BangkaPos/

Prediksi Bank Indonesia, Permintaan Uang Baru Tahun Ini Meningkat

Perkiraan jumlah pecahan uang baru meningkat 2017 ini didasari oleh beberapa alasan yakni naiknya pertumbuhan ekonomi

Prediksi Bank Indonesia, Permintaan Uang Baru Tahun Ini Meningkat
bangkapos.com/Zulkodri
Kepala Perwakilan Bank BI, Bayu Martanto 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Permintaan uang pecahan baru di Bangka Belitung diperkirakan meningkat.

Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bayu Martanto pada press conference Penukaran Uang Pecahan oleh Bank Indonesia, Selasa (7/6) di mess kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Perkiraan jumlah pecahan uang baru meningkat 2017 ini didasari oleh beberapa alasan yakni naiknya pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada triwulan I 2017 sebesar 6,24 persen.

Sedangkan triwulan I 2016 lalu tercatat hanya 4 persen.

Naiknya pertumbuhan ekonomi Babel, dinilai Bayu sebagai salah satu indikator perputaran transaksi uang tunai akan lebih banyak, ditambah dengan kebiasaan konsumtif masyarakat usai mendapat Tunjangan Hari Raya (THR).

Guna mengantisipasi permintaan uang tunai yang meningkat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan total Rp.1,1 Triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 2017.

Permintaan uang dari perbankan tahun ini sebanyak Rp. 698,4 miliar naik 30,56 persen dibanding 2016 sebesar Rp. 534,9 miliar.

Meski 2016 lalu diprediksi jumlah uang tunai yang dibutuhkan Rp.534,9 namun realisasinya dari penarikan perbankan dan Kas Keliling BI uang tunai yang ditukarkan sebanyak Rp.763,5 miliar.

"Tahun lalu realisasinya melonjak dari perkiraan. Maka itu jumlah Rp.698,4 miliar dari perbankan itu diprediksikan realisasinya juga naik," ujar Bayu.

Antusias kebutuhan uang tunai baru oleh masyarakat terutama Bangka terbukti tampak dari penukaran uang pecahan yang diadakan oleh Bank Indonesia. Selama dua hari berlangsung nilai uang yang ditukarkan mencapai Rp.1,44 miliar dari 291 orang.

Bayu pun turut berkomentar mengenai permintaan masyarakat yang melakukan jasa penukaran uang pecahan melalui media sosial. Ia menuturkan keunggulan menukarkan uang di tempat resmi seperti BI dan Bank konvensional tidak dikenakan biaya.

Selanjutnya kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung bekerjasama dengan dua puluh lima bank di Pulau Bangka dan sembilan bank di Pulau Belitung agar melayani kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan baru.

"Dalam bertransaksi penukaran uang pecahan, masyarakat juga harus berhati-hati terhadap uang palsu yang beredar. Jangan lupa prinsip keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang),"tutup Bayu.

Penulis: Dhina Sakti
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help