BangkaPos/

Dewadaru, Pohon Sarat Mitos nan Sakti yang Konon Tak Boleh Dibawa Keluar Karimunjawa

meski terisolasi dari daratan Jawa, menyimpan misteri dan terkenal berkat pohon dewadaru

Dewadaru, Pohon Sarat Mitos nan Sakti yang Konon Tak Boleh Dibawa Keluar Karimunjawa
kebunpedia
Pohon dewadaru 

Ada makam yang sampai sekarang masih dikeramatkan penduduk.

Pada hari-hari tertentu, seperti malam Jumat Kliwon, makam ini banyak diziarahi untuk dimintai berkah seperti layaknya makam-makam keramat di Jawa.

Terletak di tengah hutan di Bukit Nyamplungan, 12 km dari kantor Kecamatan Karimunjawa.

Bahkan, 15-an meter dari makam yang telah apik dipugar ini, bekas dua pohon raksasa dewadaru masih dapat disaksikan meski tinggal sedikit sisa bonggolnya.

Kabarnya dewadaru sendiri sudah hilang dimakan api waktu kebakaran hutan beberapa tahun silam.

"Tapi tak jadi soal, sebab kedua pohon keramat itu sudah menurunkan banyak anak dan cicit yang tumbuh di sekitar hutan ini," ujar Pak Muslim, juru kunci makam yang mulai sakit-sakitan itu.

Mitos kesaktian pohon dewadaru sampai sekarang masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Karimunjawa.

Katanya, pohon ini simbol kebijakan para dewa untuk keserasian alam Karimunjawa, yang bisa dipergunakan untuk melindungi diri manusia penghuninya.

Karena itu, pohon sakti itu diyakini dapat menyembuhkan penyakit perut atau penawar gigitan ular berbisa yang banyak berkeliaran di hutan pulau seluas 4.624 ha itu.

Bahkan pohon ini dapat dijadikan semacam jimat untuk melindungi diri dari berbagai kejahatan manusia, di samping penolak gangguan roh jahat, setan, dll.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help