BangkaPos/

Dewadaru, Pohon Sarat Mitos nan Sakti yang Konon Tak Boleh Dibawa Keluar Karimunjawa

meski terisolasi dari daratan Jawa, menyimpan misteri dan terkenal berkat pohon dewadaru

Dewadaru, Pohon Sarat Mitos nan Sakti yang Konon Tak Boleh Dibawa Keluar Karimunjawa
kebunpedia
Pohon dewadaru 

Konon pula, dewadaru melambangkan kedamaian alam Karimunjawa yang dianugerahkan dewa khusus hanya untuk masyarakat sekitar. Itu sebabnya, ada semacam pemali atau larangan kuat, bahwa pohon keramat itu tidak boleh dibawa ke luar dari Karimunjawa.

Barang siapa berani melanggar, katanya, akan tertimpa malapetaka entah itu kapal yang ditumpangi tenggelam, tersesat atau orang yang membawa cedera, sakit keras, bahkan mati.

Akan tetapi ironisnya, ada konsep keyakinan lain yang kontroversial, bahwa jika pohon berdaun runcing ini bisa lolos dari bumi Karimunjawa, konon kesaktiannya justru bertambah dan mampu mendatangkan tuah, termasuk menolak santet segala.

Lantas, dewadaru tak ubahnya seperti bayang-bayang sumber kekuatan yang banyak diburu sebagian masyarakat tertentu.

"Sebaiknya Bapak jangan membawa pulang dewadaru dari hutan Nyamplungan. Sangat berbahaya," kata Ihsam Rais, kepala Desa Kamujan, Kecamatan Karimunjawa, berpesan serius.

Lebih jauh kepala desa itu mengisahkan panjang, lebar keanehan pohon ajaib ini yang sukar diterima akal sehat, seperti peristiwa beberapa tahun silam.

Sebuah kapal tenggelam dengan belasan penumpang meninggal dunia, gara-gara salah seorang penumpang membawa beberapa batang kayu dewadaru untuk oleh-oleh ke Jawa.

Menurut Ihsam, dewadaru sebelum memakan korban sebenarnya akan memberi perlambang terlebih dahulu.

Seperti tenggelamnya kapal di atas, sebelum kapal berangkat, konon nakhoda kapal didatangi perempuan tua yang mengingatkan kenapa barang-barangnya ada di kapal tanpa izinnya.

Sebelum perempuan tua itu menghilang dari pandangan mata, katanya, sempat berpesan supaya barangnya diturunkan.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help