BangkaPos/

Dewadaru, Pohon Sarat Mitos nan Sakti yang Konon Tak Boleh Dibawa Keluar Karimunjawa

meski terisolasi dari daratan Jawa, menyimpan misteri dan terkenal berkat pohon dewadaru

Dewadaru, Pohon Sarat Mitos nan Sakti yang Konon Tak Boleh Dibawa Keluar Karimunjawa
kebunpedia
Pohon dewadaru 

"Yang dimaksud barang-barang itu adalah kayu dewadaru. Tapi nakhoda kurang tanggap," ujar Ihsam.

Sementara menurut Padu Pai, sopir Colt omprengan jurusan Karimunjawa - Mujan, malam hari sebelum musibah tenggelamnya kapal tersebut, sudah ada peringatan lewat lambang berupa bunyi keras suara gelegar di balik Bukit Nyamplungan.

Suara gelegar di balik bukit tersebut oleh masyarakat sekitar dianggap sebagai isyarat akan terjadi suatu peristiwa di Karimunjawa.

"Kalau terjadi suatu peristiwa yang menyedihkan di Karimunjawa, biasanya ada isyarat bunyi keras itu," ujar Padu. "Akibat suara gelegar itu, saudara kami yang semula hendak pergi naik kapal ke Jawa, terpaksa membatalkari diri, sehingga selamat dari malapetaka," ujar sopir Colt itu lagi.

Kisah keajaiban lainnya dialami oleh Rudjito (44), wakil nakhoda kapal Kota Ukir jurusan Karimunjawa - Jepara. Waktu itu awal tahun 1981, kapal yang dia kemudikan tiba-tiba macet di tengah laut. Padahal mesin kapal itu masih baru dan selalu dikontrol sebelum berlayar.

Seluruh penumpang ketakutan, termasuk awak kapal sendiri, karena gelombang yang semula nampak tenang tiba-tiba berubah menjadi besar dan mengombang-ambingkan kapal.

Melihat keanehan ini, Rudjito segera tanggap lalu mengontrol barang bawaan penumpang sambil menanyakan satu per satu, siapa yang membawa kayu dewadaru.

Betul sekali, ternyata memang ada seorang penumpang yang membawa kayu sakti ini. Percaya atau tidak, begitu kayu itu dibuang ke laut sambil meminta maaf, mesin kapal itu bisa hidup dan kembali berjalan normal.

"Yang saya herankan, gelombang dan badai pun langsung surut," ujar Rudjito geleng-geleng kepala mengenang peristiwa yang membingungkan itu.

"Tapi tetap saya tak berani melanjutkan perjalanan, kapal saya balikkan lagi pulang ke Karimum jawa," sambung Rudjito yang punya pengalaman 18 tahun pegang kemudi kapal.

Bagian sistem kepercayaan

Dua kisah di atas, hanyalah contoh kecil dari sekian banyak keanehan pohon gaib yang acap kali kita dengar ceritanya di kepulauan itu. Beragam kisah aneh dalam berbagai versi dituturkan oleh para penduduk dengan bangga dan heran.

"Sebagai kepala desa, saya sendiri bingung, mau tak percaya tapi sering kali terbukti. Mau percaya, tapi kok itu hanya pohon biasa," kata Ihsam yang kelahiran Klaten, Jawa Tengah.

Yang paling baik, ya tidak melanggar tradisi kepercayaan leluhur. "Tidak ada jeleknya bukan?" sambung kades itu lagi.

Keajaiban dewadaru, buat sebagian besar masyarakat Karimunjawa, memang telah menjadi realitas tersendiri, bahkan bisa dibilang telah menjadi bagian dari sistem kepercayaannya.

Hal ini terbukti, tidak semua orang berani memanfaatkan kayu gaib ini untuk sembarang kepentingan, kecuali untuk keperluan bangunan masjid.

Nama dewadaru sendiri memang menyemburatkan kesan sakral. Dewa artinya dewa atau yang diagungkan, daru artinya anugerah. Jadi dewadaru artinya anugerah dewa.

Maka wajar kalau masyarakat Karimunjawa menghormatinya sekaligus menjadikan trade mark kepulauan yang kini sedang digalakkan sebagai objek wisata bahari.

Perhatikan saja bandara kecil di sana khusus pesawat terbang jurusan Semarang - Karimunjawa, namanya Bandara Dewadaru. Di atas pintu gerbang bandara itu tertulis pengumuman yang berbunyi: "Mohon jangan membawa kayu dewadaru."

Jadi kayu ini memang diangap sakral, serta resmi diumumkan "kesakralan" itu melalui pengumuman bandara. Atau ... pilot pesawat pun takut celaka.

Sedemikian hebatnyakah kesaktian si pohon berakar tunggang ini? "Semua sebenarnya tergantung pada keyakinan masing-masing," kata Amin Ayahudi.

Lebih jauh penilik kebudayaan Kandepdikbud Kecamatan Karimunjawa ini menerangkan, kalau orang percaya tapi kemudian melanggar, membawanya keluar dari Karimunjawa misalnya, bisa jadi di tengah jalan akan tertimpa musibah.

Tapi jika sama sekali tidak percaya, ya tidak akan terjaai apa-apa.

Cuma Amin sendiri mengakui tidak gampang membawa kayu dewadaru ke luar dari kepulauan ini. Mau naik pesawat, ada larangan. Naik kapal Edison atau Kayu Ukir (jurusan Karimunjawa - Jepara) tidak enak kalau diperiksa.

Biasanya kapal-kapal kecil milik nelayan buatan orang Karimunjawa sendiri, justru yang berani membawa karena tahu rahasia penolaknya.

Mengamati bentuk si dewadaru, sebenarnya tak ada keistimewaan dengan pohon-pohon lainnya. Jauh dari kesan angker, bahkan bisa dibilang pohon ini lumayan indah dipandang mata.

Batangnya berwarna putih kecoklatan dengan daun tunggal berbentuk meruncing kehijauan. Kulit permukaannya halus, bertangkai pendek dan berkelenjar minyak. Tinggi pohon dapat mencapai 12 m tanpa bunga dan buah.

Tumbuhan Langka

Pohon dewadaru yang melahirkan legenda sejarah Karimunjawa, memang mengundang rasa ingin tahu peneliti.

Misalnya Fakultas Biologi UGM pernah meneliti dewadaru, dari sisi taksonomi dan etnobotani pada tahun 1992.

Dari penelitian itu, diketahui pohon dewadaru itu memang tumbuhan langka. Juga pohon yang sulit berkembang biak ini, jumlahnya terus berkurang akibat eksploitasi yang tidak terkontrol.

Dewadaru merupakan tumbuhan endemik dan ada di, pulau lainnya. Hanya masyarakat Karimunjawa saja menamakan pohon ini dewadaru.

Penelitian ini menyatakan, ada dua jenis dewadaru di Karimunjawa, yakni yang tumbuh di Bukit Nyamplungan dan di hutan alang-alang Ujung Gelam.

Jenis pertama yang tumbuh di Nyamplungan adalah dewadaru Baccaurea sumatrana dari suku Euphorbiaceae. Jenis ini berciri antara lain, berakar tunggang dengan-batang kayu tidak bergetah, berdaun tunggal dengan warna hijau kekuningan.

Jenis kedua yang tumbuh di Ujung Gelam, disebut Fagraea elliptica dari suku Loganiaceae. Jenis tumbuhan ini tersebar di daerah beriklim panas sampai sedang.

Ciri-cirinya antara lain, berakar tunggang dengan batang bergetah, berdaun tunggal dengan warna hijau kekuningan.

"Dari segi taksonomi, dewadaru seperti halnya tumbuhan lain, tak ada keistimewaannya. Meskipun tanaman ini cukup langka, namun keberadaannya tidak cuma ada di Karimunjawa," kata Hasyim Arfani, staf PHPA Kecamatan Karimunjawa.

Buat Hasyim, munculnya mitos si dewadaru sangat menguntungkan buat pelestarian lingkungan alam Karimunjawa.

"Mitos ini cukup mampu melindungi keberadaan dewadaru. Sebab sebagian besar penduduk akan berpikir seribu kali untuk menjarah kayu ini," ujar Hasyim.

Namun celakanya, sebagian besar pemburu kayu ini justru masyarakat di luar Karimunjawa yang mengejar kekuatan mistisnya. Tanpa mempedulikan mitos dewadaru, serta kelestariannya.

(Seperti pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Februari 1996)

Artikel ini sudah turun di intisari-online dengan judul"Kisah Keajaiban Dewadaru, Pohon Sakti dari Karimunjawa Simbol Kebijakan Para Dewa"

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help