PT BAA Hidupkan Bakteri, Tiga Bulan Warga Kenanga Harus Cium Bau Tak Sedap

bau yang ditimbulkan dari bakteri ini tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan karena limbah organik.

PT BAA Hidupkan Bakteri, Tiga Bulan Warga Kenanga Harus Cium Bau Tak Sedap
Nurhayati/Bangkapos.com
Para tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Kenanga meninjau pabrik tapioka dan pengeloaan limbah pabrik tapioka milik PT Bangka Asindo Agri, Jumat (9/6/2017) di Kelurahan Kenanga. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Warga Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka mengeluhkan bau limbah pabrik tapioka pemilik PT Bangka Asindo Agri.

Pasalnya bau limbah tapioka tersebut sampai hingga ke pemukiman warga.

Bahkan Rabu (6/6/2017) lalu Komisi III DPRD Kabupaten Bangka meninjau pabrik tapioka tersebut untuk mengkonfirmasi masalah bau limbah kepada pihak pabrik karena adanya laporan dari masyarakat.

Diakui pimpinan PT BAA Fitrianto bahwa pengelolaan limbah pabrik tapioka miliknya untuk biogas belum selesai dibangun.

"Biogas kita metal capture namanya. Jadi pengelolaan limbah nya menghasilkan gas, gasnya kita collect kita bersihkan untuk ditransfer menjadi energi listrik. Nah kalau itu belum selesai justru kita lagi ngidupin bakteri ada kolamnya setelah itu ada pengolahan limbah lagi beberapa kolam. Tahapnya kita lagi ngidupin bakteri dan uji coba produksi disini mau nggak mau ada efek menimbulkan bau Sementara saya prediksi cuma tiga bulan," jelas Fitrianto kepada bangkapos.com, Jumat (9/6/2017) saat buka puasa dengan para tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Kenanga di Pabrik Tapioka PT BAA.

Setelah selesai menurutnya, dipompa balik ke biogas jika sudah bekerja sempurna maka tidak ada lagi bau. Justru menurutnya menjadi industri yang ramah lingkungan.

Diakui Fitrianto bau yang ditimbulkan dari bakteri ini tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan karena limbah organik. Namun diakuinya bau itu tidak nyaman bagi penciuman masyarakat.

"Kita sudah didetek baunya ke beberapa perumahan yang terdekat di belakang," kata Fitrianto.

Dia mengatakan pada awal ini satu belum berani produksi dalam jumlah besar baru uji coba walaupun dorongan petani sangat kuat menjual hasil kebunnya itu. Kedua pihaknya terus melakukan sosialisasi ke masyarakat

"Kami mohon maaf karena ini stepnya kita lagi ngidupin bakteri otomatis terjadi efek bau itu. Nanti kalau sudah aktif sudah tidak bau lagi," ungkap Fitrianto.

Dia bersyukur hubungan pihak PT BAA dengan masyarakat di Kelurahan Kenanga sangat baik. Masyarakat diakuinya sangat mendukung keberadaan pabrik tapioka ini.

"Seperti hari ini juga rangka juga ingin tahu lebih dalam dikesempatan silaturahmi ini tak ajak sampai ke pengelolaan limbah biogas. Kita juga berusaha dengan masyarakat kita ada lowongan kerja yang sesuai. Kita juga senang menguntungkan kita juga masyarakat sekitar bisa saling menunjang dan menyuport. Harapannya kita bisa bekerja sama. Kita juga ada beberapa bentuk kerjasama tetapi bisa saya sampaikan belum ada realisasi," harap Fitrianto.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved