BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Diduga Gara-gara Wanita, Andari Dikeroyok dan Terkapar Bersimbah Darah

peristiwa perkelahian antar remaja itu, terjadi Kamis (8/6/2017) malam sekitar pukul 23.00 WIB tepatnya di depan

Diduga Gara-gara Wanita, Andari Dikeroyok dan Terkapar Bersimbah Darah
*/net/kompas.com
Ilustrasi: Perkelahian 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan Agusta Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pertikaian antar pemuda yang menyebabkan satu orang pemuda terluka baru-baru ini terjadi di wilayah hukum Polsek Mendo Barat.

Kejadian ini sempat menjadi sorotan sebagian besar masyarakat di wilayah Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.

Peristiwa berdarah hingga mengakibatkan seorang remaja tanggung, Andari (16) asal Desa Cengkong Abang, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka malah menjadi korban dugaan tindakan pengeroyokan sekelompok pemuda.

Informasi yang berhasil dihimpun bangkapos.com dari sejumlah warga menyebutkan jika peristiwa perkelahian antar remaja itu, terjadi Kamis (8/6/2017) malam sekitar pukul 23.00 WIB tepatnya di depan sebuah toko ujung desa Cengkong Abang.

"Kasus seperti ini segera diselesaikan dengan baik. Kalau bisa tokoh masyarakat atau RT atau pun kepala dusun pemuda yang bersengketa agar segera merapat ke Polsek setempat. Sebab kasus ini melibatkan berbagai pihak yang besengketa," kata Gustari, Minggu (11/6/2017) di Sungailiat.

Persoalan yang menjadi pemicu perkelahian antar remaja hingga mengakibatkan adik kandungnya kini mengalami luka cukup parah tak lain menurutnya hanya persoalan wanita.

Meski kasus ini telah diketahui oleh pihak Polsek Mendo Barat, namun menurut Gustari kasus ini tetap perlu dilakukan upaya penyelesaian secara mediasi antar tokoh masyarakat masing-masing pihak yang terlibat dalam kasus itu.

"Sebab jika tidak dilakukan mediasi secepatnya antar tokoh masyarakat kedua belah pihak yang bertikai itu. Nah dikhawatirkan kasus ini akan menjadi besar lantaran kasus ini perkelahian pemuda yang beda kampung," tegas pendiri Forum RT di kabupaten Bangka ini.

Selain itu Gustari pun mendesak agar pihak aparat kepolisian segera bertindak cepat dalam menangani kasus perkelahian antar pemuda kampung.

"Jangan sampai kepercayaan masyarakat hilang terhadap aparat penegak hukum dan jangan sampai masyarakat nanti bertindak anarkis. Terlebih ini bulan suci ramadhan dan sangat disayangkan ada kejadian seperti itu," katanya.

Sementara itu Kapolsek Mendo Barat sampai saat ini masih diupayakan dikonfirmasi terkait kejadian perkelahian antar remaja baru-baru ini Desa Cengkong Abang, Mendo Barat hingga dalam kejadian itu menyebabkan seorang remaja tanggung (Andari) mengalami luka cukup serius lantaran terkena tusukan benda tajam pada bagian perut korban dan kini masih menjalani perawatan medis di RS Bakti Wara, Kota Pangkalpinang. (*)

Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help