BangkaPos/

Penderita Sakit Maag di Toboali Meningkat Selama Ramadhan, Ini Sebabnya

penyebab terjadinya sakit pencernaan pada tubuh manusia, yaitu karena pola makan yang kurang teratur dilakukan

Penderita Sakit Maag di Toboali Meningkat Selama Ramadhan, Ini Sebabnya
Bangkapos/riki
dr Natalina Tarigan, Kasi Pelayanan RSUD Bangka Selatan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Terlihat antrian pasien berobat di ruang tunggu Poli yang melayani berbagai macam gejala penyakit, pada Senin (12/6/2017)

Semenjak berjalannya bulan suci ramadhan terjadi peningkatan penderita sakit maag yang berobat ke RSUD Bangka Selatan.

dr Natalina Tarigan, Kasi Pelayanan RSUD Bangka Selatan mengatakan bahwa pengalamannya menangani pasien pada bulan suci ramadhan yaitu banyaknya pasien yang mengeluhkan sakit pada gangguan pencernaanya atau bahasa medisnya sindrom dispepsia.

"Penyakit yang sering menyerang yaitu gangguan pencernaan bahasa medis sindrom dispepsia, seperti kembung, mual, nyeri di lambung atau maag,"jelas Natalina kepada bangkapos

Menurut dr Natalina, penyebab terjadinya sakit pencernaan pada tubuh manusia, yaitu karena pola makan yang kurang teratur dilakukan, seperti pada saat berbuka puasa langsung mengkonsumsi makanan pedas dan berlemak.

"Sehingga akibatnya terjadi gangguan pada pencernaan, yang tadinya seharusnya saat berbuka puasa pola makannya yang biasa saja, tetapi tidak ini di biasakan makan pedas, lemak berminyak, sehingga itu bisa membuat perutnya kaget, karena awalnya kosong di sisi makanan yang mengandung lemak seperti itu,"ujarnya

Menurutnya seharusnya, untuk siapapun yang berpuasa saat berbuka puasa harus makanan makanan netral seperti minum air putih atau teh manis terlebih dahulu, sebelum menyantap makanan berat lainya.

Data Pasien Berobat ke RSUD Mei 27-10 Juni

Rawat Jalan Pasien Dewasa
-Sakit Diabetes 38 orang
-Hipertensi 32 orang
-Dispepsia (atau gangguan pencernaan) 32 orang (Sumber:RSUD Basel)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help