BangkaPos/

Biar Tak Dicopot, Kepsek Setor Rp 10-20 Juta ke Bupati Klaten

Bupati Klaten non-aktif Sri Hartini diduga menerima upeti dari para kepala sekolah yang ingin mempertahankan jabatannya.

Biar Tak Dicopot, Kepsek Setor Rp 10-20 Juta ke Bupati Klaten
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini duduk menunggu dimulainya persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (22/5/2017). 

BANGKAPOS.COM, SEMARANG - Bupati Klaten non-aktif Sri Hartini diduga tak hanya menerima gratifikasi dari calon kepala sekolah dalam kasus jual beli jabatan.

Sri juga dinilai menerima upeti dari para kepala sekolah yang ingin mempertahankan jabatannya.

Subandi, Kepala SMPN 1 Karangdowo Klaten mengungkapkan, ia menyetor uang Rp 10 juta.

Uang itu disebutnya sebagai uang syukuran, yang diberikan untuk mempertahankan jabatannya.

"Saya beri Rp 10 juta," kata Subandi, di sela memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (12/6/2017).

Baca: Orangtua Takut Anaknya Gagal Masuk Sekolah Favorit Karena Sistem PSB Berubah

Selain menyetor, Subandi juga berperan mengumpulkan uang syukuran dari para kepala SMP yang hendak mempertahankan jabatannya.

Peran itu dilakukannya karena ia juga menjabat Ketua Subrayon Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten.

Subandi menjelaskan, uang syukuran dari tiap kepala sekolah berkisar Rp 10 juta hingga Rp 20 juta.

Uang syukuran diberikan agar mereka tidak dicopot dari jabatannya.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help