Bos Timah Lubuk Itu Hanya Bisa Pasrah Timah 7,7 Ton Dirampas Negara

H Supidi aliat Haji Pidot pasrah. Bos timah asal Lubuk Besar Kecamatan Bangka Tengah, itu tak bisa berbuat apa-apa

Bos Timah Lubuk Itu Hanya Bisa Pasrah Timah 7,7 Ton Dirampas Negara
Bangkapos/Fery Laskary
H Supidi alias Haji Pidot usai vonis 3 bulan 25 hari oleh Majelis Hakim PN Sungailiat, Rabu (14/6/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA- H Supidi aliat Haji Pidot pasrah. Bos timah asal Lubuk Besar Kecamatan Bangka Tengah, itu tak bisa berbuat apa-apa saat hakim merampas timahnya 7,7 ton untuk negara, Rabu (14/6/2017).

Terdakwa juga rela ketika diharuskan membayar denda Rp 5 juta subsider dua bulan penjara. Usai sidang, Terpidana H Supidi alias Haji Pidot ditemui Bangka Pos Group, Rabu (14/6) mengaku pasrah. Dia mengaku menerima putusan yang sudah ditetapkan hakim.

"Mau gimana lagi, putusannya begitu," katanya.

Sebelumnya disebutkan, Haji Pidot ditangkap Polda Babel. Pria ini kepergok menyimpan puluhan kampil pasir timah di rumahnya. Kapolda Babel turun tangan langsung ke lokasi kejadian.

Dalam persidangan, H Supidi alias Haji Pidot dinyatakan terbukti bersalah. Jaksa menuntut bos timah asal Kecamatan Lubuk Besar Bangka Tengah itu, enam bulan penjara.

Sedangkan barang bukti berupa pasir timah  7,7 ton, jaksa meminta hakim merampasnya untuk negara.(*)

Kepsen Photo: H Supidi alias Haji Pidot usai vonis 3 bulan 25 hari oleh Majelis Hakim PN Sungailiat, Rabu (14/6/2017).

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help