Masih Ada 5.500 Rumah Warga di Kabupaten Bangka Belum Miliki Jamban

Mereka pergi ke pinggir kali, pinggir pantai atau belakang rumah untuk buang air besar, belakang rumah

Masih Ada 5.500 Rumah Warga di Kabupaten Bangka Belum Miliki Jamban
Bangkapos/Nurhayati
Sosialisasi Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Rabu (14/6/2017) di ruang rapat Bangka Bermartabat Kantor Bupati Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Masyarakat di Kabupaten Bangka yang belum memiliki jamban di rumahnya masih sebanyak 5.500 atau sekitar 11 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Bangka.

Mereka masih membuang air besar di belakang rumah, hutan maupun sungai. Padahal kotoran tersebut menjadi biang penyakit baik diare, tipes, malaria dan sebagainya karena lingkungan yang kotor.

Diakui Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Pan Budi Marwoto kondisi ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dan mereka terbiasa hidup di daerah pesisir yang biasa dimanja oleh alam.

"Mereka pergi ke pinggir kali, pinggir pantai atau belakang rumah untuk buang air besar, belakang rumah," ungkap Pan Budi kepada bangkapos.com, Rabu (14/6/2017) di Kantor Bupati Bangka.

Untuk itulah masuknya Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) guna menuntaskan kondisi ini agar masyarakat mendapatkan akses air bersih dan sanitasi.

Pemkab Bangka mendapatkan program pembangunan air bersih dan infrastruktur sanitasi dari satker provinsi yang berasal dari dana pemerintah pusat pada tahun 2017 ini di 20 desa.

Namun diakui Pan Budi, masih dirundingkan lokasi pembangunan air bersih dan infrastruktur sanitasi tersebut dengan para camat hingga kades yang daerahnya rawan air bersih dan sanitasi.

"Kalau ini program pusat dari dana APBN," kata Pan Budi.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved