Cegah Radikalisme, Kepolisian Lakukan Pendekatan Langsung Ke Masyarakat

Kami menghimbau berhati-hati terhadap kelompok tak sepaham dan ingin mengubah ideologi Pancasila. Mari kita saling bersatu

Cegah Radikalisme, Kepolisian Lakukan Pendekatan Langsung Ke Masyarakat
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
Wakapolda Bangka Belitung, Kombes (Pol) Tantan Sulistyana di acara buka bersama PT. Timah Tbk, Jumat (16/6/2017).

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes (Pol) Tantan Sulistyana mengingatkan agar masyarakat tak mudah terprovokasi pada informasi di media sosial yang berpotensi mengancam kesatuan bangsa.

"Kami menghimbau berhati-hati terhadap kelompok tak sepaham dan ingin mengubah ideologi Pancasila. Mari kita saling bersatu agar Kepulauan Bangka Belitung tetap kondusif," ujar Tantan Sulistyana saat menyampaikan sambutan di acara buka puasa PT Timah Tbk bersama 200 anak yatim piatu, Jumat (16/6/2017).

Imbauan Wakapolda ini bukan tanpa alasan. Sebab, penduduk Indonesia ada 259 juta jiwa dengan jumlah pengguna handphone sebanyak 60 juta yang dapat dengan mudah mengakses informasi.

"Melalui MUI akan ada ada fatwa melalui media sosial yang mengatur cara membuat postingan dan mengklarifikasi banyaknya fitnah yang bertebaran di media sosial. Fatwa ini dibuat berdasarkan kekhawatiran terhadap ujaran kebencian di media sosial," tambahnya.

Dalam upaya pencegahan radikalisme di Bangka Belitung, Tantan Sulistyana menjelaskan terorisme dapat muncul di mana pun, salah satu sarananya melalui media sosial.

Untuk itu kepolisian di Bangka Belitung melakukan pencegahan dan deteksi dini dengan melakukan pendekatan langsung ke masyarakat.

"Tentunya kita mencegah dan deteksi dini di mana titik-titik rawan yang mungkin terjadi radikalisme. Kita tetap harus maping (pemetaan) melibatkan instansi terkait termasuk masyarakat karena semua sumber informasi dari masyarakat," jelasnya Tantan Sulistyana saat dikonfirmasi bangkapos.com.

Wakapolda menambahkan, langkah pencegahan terhadap faham radikalisme ini sudah dilakukan di tingkat Reserse dan Babinkamtibmas yang melakukan pendekatan langsung ke masyarakat melalui door to door.

"Door to door mendekatkan diri ke masyarakat. Dengan begitu kita mudah mendapat informasi ada orang yang mungkin tidak dikenal. Upaya mencegah dengan me-maping apakah benar itu masyarakat kita atau ada orang lain yang masuk ke wilayah kita," kata Tantan.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved