BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Meski Harga Sahang Murah, Minat Belanja Jelang Lebaran Tetap Terasa Mulai Meningkat

Penurunan harga sahang sedikit banyaknya berpengaruh pada perekonomian masyarakat, tapi kalau di Belinyu sendiri, kan perekonomiannya tidak

Meski Harga Sahang Murah, Minat Belanja Jelang Lebaran Tetap Terasa Mulai Meningkat
Bangkapos.com/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat ketika panen lada di kebun warga di Kelurahan Matras, Sungailiat, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Meskipun lada saat ini harganya rendah, tapi minat belanja masyarakat di Riausilip dan Belinyu Kabupaten Bangka, menjelang lebaran tahun ini, mulai meningkat.

Warga Belinyu Man mengatakan, rendahnya harga lada belum berpengaruh secara signifikan bagi minat belanja masyarakat untuk menghadapi lebaran ini.

"Penurunan harga sahang sedikit banyaknya berpengaruh pada perekonomian masyarakat, tapi kalau di Belinyu sendiri, kan perekonomiannya tidak mutlak dari penghasilan sektor perkebunan lada, tapi masih ada sektor sama yakni sawit, karet, sektor pertambangan timah dan sektor perdagangan yang kini masih berjalan dan berpengaruh pada perekonomian masyarakat," ujar Man kepada bangkapos.com Minggu (18/6/2017).

Pengelola tempat perbelanjaan di Riausilip Ahya menyebutkan,warga Riausilip banyak yang berkebun lada, di samping sawit dan karet, sebagian lain di sektor tambang.

"Penurunan harga sahang (lada) sedikit banyaknya tetap membawa pengaruh ke minat belanja masyarakat, tapi masyarakat sekarang sumber ekonominya kan tidak dari sahang saja, tapi juga kebanyakan punya sawit dan karet, bahkan nelayan juga punya sawit dan sahang, jadi sumber ekonomi tidak hanya dari sahang saja, dengan kondisi ini minat belanja masyarakat menjelang lebaran tahun ini terasa mulai meningkat juga," katanya.

Warga daerah setempat Hakim mengatakan, beginilah kondisi masyarakat, meskipun harga sahang murah, tapi belanja tetap jalan terus.

"Karena sumber pendapatan ekonomi masyarakat tidak hanya satu lubang, sahang memang komoditas pokok, tapi masyarakat kan harus berpikir dan melakukan usaha lain yang sama-sama bisa jadi sumber pendapatan ekonomi," ujar Hakim. (*)

Penulis: riyadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help