BangkaPos/

BPOM Babel Sebut Mi Instan yang Mengandung Babi Tak Ditemukan di Pangkalpinang

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum menemukan mi instan asal Korea

BPOM Babel Sebut Mi Instan yang Mengandung Babi Tak Ditemukan di Pangkalpinang
IST
Kepala BPOM Pangkalpinang Dra Rossy Hertati Apt MP memotong nasi tumpeng saat HUT BPOM ke-16. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum menemukan mi instan asal Korea yang positif mengandung fragmen DNA spesifik babi beredar di Pangkalpinang sejak ditinjau ke beberapa pusat perbelanjaan kemarin.

Pasalnya BPOM pusat memerintahkan untuk melakukan penarikan mie instan yang positif mengandung DNA babi namun tidak mencantumkan peringatan “Mengandung Babi” pada lebel.

Terdapat empat produk mie instan yang ditarik BPOM seperti Mi Instan U-Dong, Mie Instan (Shin Ramyun Black), Mi Instan Rasa Kimchi, dan Mi Instan (Yeul Ramen). Keempat produk mie instan ini diimpor oleh importir yang sama atas nama PT. Koin Bumi.

 Kepala BPOM Bangka Belitung Rossy Hertati menuturkan makanan kemasan yang mengandung babi hendaknya diberikan keterangan gambar babi berwana merah di dalam kotak dengan dasar warna putih dan diberi tulisan “Mengandung Babi”.

Selain itu produk kemasan yang mengandung babi berdasarkan aturannya di display terpisah dari makanan non babi.

“Di sini BPOM melakukan evaluasi dari aspek keamanan mutu, gizi dan label. Jadi tidak ada aspek halal di sini. Ketika mereka mengajukan perizinan tak mengandung babi kita evaluasi pos market untuk membuktikan apakah pelaku di pasaran konsisten dengan perizinan yang diajukan sewaktu proses mendapatkan izin edar,: jelas Rossy saat ditemui Bangka Pos, Senin (19/6).

Namun karena mi instan kemasan ini tak sesuai ketentuan maka importir berkewajiban untuk melakukan penarikan produk-produk tersebut dari peredaran dan terancam pencabutan izin nomor edar.

Dijelaskan Rossy BPOM melakukan dua tahap evaluasi yakni pre market dan pos market. Di tahap pre market BPOM bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan melakukan evaluasi dokumen berkaitan dengan keamanan mutu, gizi dan label makanan kemasan agar importir mendapatkan izin makanan luar negeri (ML).

Usai makanan kemasan ini beredar di pasaran, BPOM kembali lagi melakukan evaluasi pos market dengan melakukan uji sampling di pasaran dan uji di laboratorium.(*)

Penulis: Dhina Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help