BangkaPos/

Gubernur Ancam Bakal Sikat Pedagang Sapi yang Jualan diatas HET

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan akan menindak tegas pedagang dan distributor yang menjual kebutuhan pokok, khususnya daging sapi diatas

Gubernur Ancam Bakal Sikat Pedagang Sapi yang Jualan diatas HET
Bangkapos.com / Evan Saputra
Erzaldi berpoto bersama Fattah dan Sekda Babel, Yan Megawandi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan akan menindak tegas pedagang dan distributor yang menjual kebutuhan pokok, khususnya daging sapi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah provinsi Babel.

"Sapi yang dijual diatas HET yang ditentukan provinsi Rp 120 ribu, sikat," tegasnya, selasa (20/6/2017)

Ia mengkritisi tingginya harga daging sapi di Pulau Belitung. Menurutnya, masyarakat di Pulau Belitung harus mendapatkan harga yang sama dengan masyarakat di Pulau Bangka.

erzaldi roesman
erzaldi roesman (Bangkapos/Krisyanidayati)

"Pernyataan pak bupati yang menyatakan Rp 160 enggak apa-apa kalau senang sama senang, ini HET sudah ada dan pihak kepolisan menyatakan supplay sapi disana cukup ada pelanggaran permainan disana," katanya.

Dikatannya, pihaknya bersama satgas pangan akan turun langsung untuk memastikan stabilitas harga daging sapi di Negeri Laskar Pelangi itu.

"Hari ini saya minta perindag dan satgas pangan untuk turun, kalau perlu dilakukan tindakan maka tindak langsung," ujarnya.

Ia mengingatkan agar para distributor, agen, dan pedagang tidak memanfaatkan moment lebaran ini untuk menaikkan harga.

Menurutnya, pihaknya tidak akan segan-segan membawa persoalan ini ke jalur hukum jika masih ditemukan yang menjual diatas HET.

"Ada beberapa sudah dipanggil di proses, kalau yang bandel ini kita bikin kapok.
Intinya apa yang sudah dilakukan HET harus dilaksanakan, kalau mereka beralasan sapi tidak ada, kita buktikan orang sapi kita cukup," tekannya.

Menurutnya, masyarakat harus merasakan harga daging sapi yang sesuai dengan HET, agar hal ini tidak memberatkan masyarakat.

"Pokoknya kalau yang melanggar tindak, masyarakat harus merayakan idul fitri harus aman, dengan satgas pangan saatnya memberikan pemberdayaan masyarakat," katanya.(*) 

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help