BangkaPos/

Patrick Cooper Sempat Kirim SMS Sebelum Tewas Diterkam Beruang

Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun tewas diterkam seekor beruang saat tengah mengikuti lomba lari lintas alam di Alaska, AS

Patrick Cooper Sempat Kirim SMS Sebelum Tewas Diterkam Beruang
Beruang Kodiak yang banyak terdapat di Alaska.(Wikipedia) 

BANGKAPOS.COM, LOS ANGELES - Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun tewas diterkam seekor beruang saat tengah mengikuti lomba lari lintas alam di Alaska, AS, akhir pekan lalu.

Tragisnya, sebelum diterkam beruang, remaja itu sempat mengirim pesan ke keluarganya bahwa dia tengah dikejar hewan buas itu.

Patrick Cooper asal kota Anchorage sedang mengikuti lomba lari tahunan pada Minggu (18/6/2017) yang melintasi kawasan taman nasional Chugach State Park saat dia bertemu beruang tersebut.

Beruang tersebut kemudian mengejar bocah itu, demikian isi pesan singkat terakhir yang dikirim Patrick ke keluarganya.

Beruang Hitam
Beruang Hitam (Mirror)

"Ibu dan keluarga korban juga  mengikuti lomba lari ini," ujar Nathan Michael, dari kepolisian Anchorage.

Sementara itu, penyelenggara lomba mengatakan, Patrick sudah mencapai puncak gunung dan dalam perjalanan turun saat melintasi kawasan dengan hutan yang cukup lebat saat serangan terjadi.

Sejumlah peserta dan anggota panitia lomba bergegas ke lokasi serangan tetapi tak bisa mendekat karena beruang tersebut masih berada di tempat tersebut.

Baca: Pulang Salat Tarawih, Nabra Diserang lalu Mayatnya Ditemukan di Kolam

Baca: Siswa SMA Tinju Guru Honorer Gara-gara Tak Naik Kelas

"Beruang itu masih berkeliaran di lokasi serangan," kata Tom Crockett, petugas penjaga hutan di Chugach State Park.

Dia mengatakan, seorang petugas jagawana sempat menembak wajah beruang itu tetapi hewan tersebut bisa meloloskan diri.

Jenazah Cooper ditemukan sekitar 500 meter dari jalur lomba yang melintasi kawasan berhutan lebat itu.

Pertemuan manusia dan beruang di wilayah itu kerap terjadi dan sejauh ini tak diketahui penyebab serangan beruang terhadap remaja malang tersebut.

"Remaja ini tak melakukan kesalahan apapun. Dia hanya berada di tempat yang salah. Anda tak pernah bisa memprediksi beruang mana yang ganas atau yang tidak," tambah Crockett.

Editor: edwardi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help