BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

UPTD Pasar Belum Temukan Mie Asal Korea Dijual Di Pasar Kite Sungailiat

Berdasarkan pemantauan rutin yang dilakukan pihaknya setiap harinya, belum ditemukan pedagang di Pasar Kite Sungailiat yang menjual

UPTD Pasar Belum Temukan Mie Asal Korea Dijual Di Pasar Kite Sungailiat
Bangkapos/Nurhayati
BPOM Pangkalpinang bersama Dinas Pangan Babel saat melakukan sidak di Pasar Kite Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah Pasar Sungailiat Ahmad Suherman menyatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap barang dagangan para pedagang yang berjualan di Pasar Kite Sungailiat terkait temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atas sejumlah mie instan asal Korea mengandung unsur babi.

"Kami akan melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap barang-barang yang dijual di Pasar Sungailiat apakah ada pedagang yang menjual mie merek Samyang dan mie lainnya dari Korea yang mengandung unsur babi," ungkap Suherman kepada bangkapos.com, Selasa (20/6/2017) di UPTD Pasar Sungailiat.

Berdasarkan pemantauan rutin yang dilakukan pihaknya setiap harinya, belum ditemukan pedagang di Pasar Kite Sungailiat yang menjual Mi Instan U-Dong, Mie Instan (Shin Ramyun Black), Mi Instan Rasa Kimchi, dan Mi Instan (Yeul Ramen) yang diduga mengandung fragmen DNA spesifik babi. Keempat jenis mie tersebut merupakan produk mie instan yang diimpor oleh importir atas nama PT Koin Bumi.

"Untuk sementara waktu ini belum kita temukan produk itu dijual di sini," ungkap Suherman.

Menurutnya, mie instan tersebut biasanya dijual di supermarket yang ada di daerah ini.

"Kebanyakan itu di jual di supermarket. Kalau di toko toko kecil di pasar ini, tidak ada tapi kalau pun ada, akan kita tindak lanjuti," tegas Suherman.

Untuk itu ia mengimbau kepada para pedagang yang menjual mie instan asal Korea yang tidak memiliki label halal tersebut tidak menjual produk tersebut kepada warga yang beragama non muslim.

"Kalau dia jual kepada non muslim, saya rasa tidak masalah," kata Suherman

Namun ditegaskannya, jika ada unsur kesengajaan yang dilakukan pedagang dengan menjual produk tersebut kepada warga muslim di daerah ini, maka pihaknya akan mengambil sikap tegas.

"Kalau ditemukan pelanggaran,kita akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dan satpol PP daerah ini untuk mengamankan produk tersebut," tegas Suherman.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help