UBB Siap Kembangkan Budidaya Kepiting Bakau dan Bandeng di Pagarawan

Bupati Bangka Tarmizi Saat menyambut baik tawaran Universitas Bangka Belitung ( UBB ) yang akan mengembangkan Kepiting Bakau dan Ikan Bandeng

UBB Siap Kembangkan Budidaya Kepiting Bakau dan Bandeng di Pagarawan
IST
Paparan UBB tentang rencana budidaya Kepiting Bakau dan Bandeng berlangsung di rumah dinas Bupati Bangka di Sungailiat, Rabu (21/6). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka Tarmizi Saat menyambut baik tawaran Universitas Bangka Belitung ( UBB ) yang akan mengembangkan Kepiting Bakau dan Ikan Bandeng di Desa Pagarawan, kecamatan Merawang.

Hal ini disampaikannya ketika paparan UBB tentang rencana budidaya Kepiting Bakau dan Bandeng berlangsung di rumah dinas Bupati Bangka di Sungailiat, Rabu (21/6).

Dikatakannya, bila rencana ini berhasil merupakan salah satu cara untuk mewujudkan visi Kabupaten Bangka, yakni untuk mewujufkan pertanian yang tangguh, salah satunya adalah sektor perikanan,

Menurut Tarmizi, rencana ini juga mempertaruhkan nama naik UBB, bila berhasil akan di sebarkan beritanya secara besar – besar, namun kalu tidak berhasil juga akan disebarkan kabar seluas – luasnya.

Dijelaskannya, potensi rawa - rawa masih cukup besar di kabupaten Bangka dengan lahan yang luas.

Alasan Bupati Bangka tertarik dengan Kepiting Bakau karena dinilainya sangat diminati seperti disalahsatu restoran di Yogyakarta yang menyediakan menu tersebut sangat diminat pembeli sehingga antrian pembeli cukup panjang.

“ Prospek Kepiting bakau ini cukup baik, sangat baik bagi kabupaten Bangka karena didukung kondisi alam yakni rawa – rawa masih banyak tersedia,” ujarnya.

Diharapkannya, UBB dapat membantu Pemkab Bangka dalam upaya membudidayakan bidang perikanan dengan memanfaatkan lahan yang masih tersedia.

Sedangkan potensi besar kawasan rawa – rawa diantaranya berada di sungai Perimping, Kota Kapur, Nibung, Penagan dan Jadah yang dapat dijadikan sebagai tempat budidaya Kepiting Bakau dan Ikan Bandeng.

Sementara itu Robin dari UBB menjelaskan, harga kepiting bakau cukup tinggi di pasarah yakni 170 ribu/ kg, nantinya direncanakan budidaya ikan Bandeng yang ingin digabungkan dengan Kepiting Bakau karena mempertimbangan lebih mudah dalam pengelolaannya.

Diungkapkannya, produksi ikan Bandeng walau pun Indonesia dibawa negara Asean lainnya, sebenarnya Indonesia memiliki lahan yang bagus dan terus mengejar peningkatan produksi.

Paparan UBB tentang budidaya Kepiting Bakau dan ikan Bandeng juga dihadiri Kepala OPD terkait, Camat Merawang, dan jajaran UBB.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved