BangkaPos/
Home »

Techno

» News

Virus Ransomware Kembali Menyerang, Sejumlah Negara Ini Jadi Korbannya

Pakar keamanan cyber mengatakan bahwa di balik serangan tersebut tampaknya telah mengeksploitasi jenis alat hacking

Virus Ransomware Kembali Menyerang, Sejumlah Negara Ini Jadi Korbannya
BBC
Tampilan laptop yang kena virus WannaCry 

BANGKAPOS.COM - Malware jenis ransomware yang sempat beredar di Indonesia kembali menyerang komputer di sejumlah negara pada Selasa (27/6/2017).

Serangan malware penyandera data kali ini menginfeksi server di perusahaan minyak terbesar Rusia, mengganggu operasi di bank Ukraina, dan mematikan komputer di perusahaan perkapalan serta periklanan multinasional.

Pakar keamanan cyber mengatakan bahwa di balik serangan tersebut tampaknya telah mengeksploitasi jenis alat hacking yang sama yang digunakan dalam  serangan  ransomware  WannaCry yang menginfeksi ratusan ribu komputer pada bulan Mei lalu.

"Ini seperti WannaCry lagi," kata Mikko Hypponen, chief research officer pada firma keamanan cyber berbasis di Helsinki F-Secure, dikutip Reuters.

Laporan pertama organisasi yang diserang muncul dari Rusia dan Ukraina, namun dampaknya cepat menyebar ke barat ke komputer di Rumania, Belanda, Norwegia, dan Inggris.

Perusahaan farmasi Merck tercatat sebagai pihak pertama di Amerika Serikat yang melaporkan mengalami serangan.

Dalam beberapa jam, serangan itu telah meluas secara global. Belum ada laporan, serangan ransomware kali ini masuk ke Indonesia.

Perusahaan pengiriman A.P. Moller-Maersk yang menangani salah satu dari tujuh kontainer dikirimkan secara global, mengatakan serangan itu telah menyebabkan pemadaman di sistem komputer di seluruh dunia pada hari Selasa, termasuk di terminal di Los Angeles.

Perusahaan farmasi Merck & Co (MRK.N) mengatakan bahwa jaringan komputernya telah terpengaruh oleh serangan cyber global tersebut.

Sebuah badan pemerintah Swiss juga melaporkan bahwa sistem komputer di India terdampak, meskipun badan keamanan dunia maya negara tersebut mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan serangan.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help