Tengkulak Ungkap Rahasia Ikan Selangat Teluk Kelabat Lebih Enak

Kenapa ikan selangat Pusuk Teluk Kelabat rasanya lebih nyaman dan lembut, karena dasar Teluk Kelabat umumnya berlumpur.

Tengkulak Ungkap Rahasia Ikan Selangat Teluk Kelabat Lebih Enak
Bangkapos.com/Riyadi
Ikan Selangat hasil tangkapan nelayan Pusuk. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat di daerah pesisir Teluk Kelabat, Belinyu, Kabupaten Bangka sudah pasti akrab dengan ikan selangat.

Tengkulak ikan dari Desa Pusuk, Mang Di mengungkapkan, berapapun banyak ikan selangat yang dijualnya ke daerah Belinyu selalu cepat habis.

"Bagi orang daerah Belinyu seperti di Lumut, namanya ikan selangat, istilahnya memang sudah ditunggu, ikan lain yang sama-sama laku dan banyak ditunggu orang yaitu untus, kire-kire dan pari, kalau harga selangat Pusuk rata-rata Rp 60 ribu per kilogram," kata Mang Di kepada bangkapos.com, Sabtu (1/7/2017).

Menurut Mang Di, kenapa ikan selangat Pusuk Teluk Kelabat rasanya lebih nyaman dan lembut, karena dasar Teluk Kelabat umumnya berlumpur, kalau daerah lainnya berpasir.

"Ikan selangat Pusuk dimana-mana dikenal istimewa, lain dari yang lain, kalau gak percaya, silakan bandingkan sendiri," ujar Mang Di.

Warga setempat lebih memilih ikan hasil tangkapan di Teluk Kelabat karena rasanya enak dibanding ikan hasil tangkapan di perairan lain.

"Kami biasanya nunggu tengkulak dari Pusuk (Kecamatan Kelapa), mereka jual ikan sampai Belinyu, ikan apapun yang dari Teluk Kelabat, rasanya pasti berbeda dan lebih nyaman dibandingkan ikan dari tempat lain," kata warga Belinyu Diki.

Pedagang ikan dari luar Pusuk, Lili mengatakan, soal harga ikan selangat Pusuk, jangan ditanya lagi.
Lili selama ini juga tidak pernah menjual selangat Pusuk.

"Selangat yang biasa kami jual, bukan Selangat Pusuk, tapi dari daerah lain yang harganya rata-rata Rp 20 ribu per kilo, kalau harga Selangat Pusuk jangan ikak (kamu) tanya lagi, anehnya meskipun harganya lebih mahal, orang banyak suka ikan dari Pusuk," ujarnya.

Penulis: riyadi
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help