Bacok Bos Tambang, Pelaku Kabur Tinggalkan Motor

Hasil olah TKP (di rumah korban dan sekitarnya) ditemukan satu unit kendaraan (motor) yang dipakai (milik) pelaku

Bacok Bos Tambang, Pelaku Kabur Tinggalkan Motor
Bangkapos/Fery Laskari
Kapolres Bangka AKBP Johanes Bangun. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Polisi mensinyalir ada tiga orang pelaku terlibat dalam aksi pembacokan bos tambang timah, Dolok alias Alok (50), dalam kasus pencurian di rumah korban, beberapa hari lalu.

Dan dipastikan, ciri-ciri dan identitas pelaku sudah dikantongi.

"Pelakunya diduga ada tiga orang," kata Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun saat ditemui Bangka Pos Group, Senin (3/7/2017) di ruang kerjanya.

Baca: Kapolres: Awalnya Diduga Rampok Ternyata Pencurian Biasa Berbuntut Pembacokan Bos Timah

Namun, Kapolres tak menyebutkan soal kriteria maupun identitas pelaku diduga kawanan pencuri yang kemudian membacok bos tambang timah, Dolok alias Alok.

Alasannya, para pelaku masih dalam pengejaran petugas sehingga identitasnya tak dapat dipublikasikan.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditangkap," kataya.

Sementara itu, saat ditanya hasil yang ditemukan polisi saat olah TKP di lokasi kejadian, sekitar kediaman korban si bos tambang di Kimhin Sungailiat beberapa hari lalu? Kapolres menyebut satu dari sekian barang bukti (BB), yang sudah berhasil diamankan petugas.

"Hasil olah TKP (di rumah korban dan sekitarnya) ditemukan satu unit kendaraan (motor) yang dipakai (milik) pelaku saat mendatangi rumah korban. Makanya, mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus ini terungkap. Polisi masih melakukan pengejaran," katanya.

Dilansir sebelumnya disebutkan, seorang pengusaha tambang timah Dolok alias Alok (50), bersimbah darah.

Tubuhnya terkena bacokan senjata tajam. Awalnya ketika itu disebutkan, pelaku diduga kawanan perampok, masuk ke dalam rumah korban di Lingkungan Kimhin Sungailiat.

Rencana kejahatan pelaku dipergoki korban, sehingga membuat pelaku beringas lalu membacok si pemilik rumah, Rabu (28/6) menjelang shubuh.

Modus perampokan yang awalnya diakui Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun, kemudian dipastikan hanyalah modus pencurian biasa. Pelaku kepergok, sehingga membacok korban.

"Awalnya diduga 365 (perampokan), ternyata 363 (pencurian) berbuntut pembacokan pada korban," kata Kapolres, meralat keterangan awal.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved