BangkaPos/

Pansus KPK Akan ke Lapas Tanyai Napi Satu per Satu Soal Pengembalian Uang Denda

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan pihaknya akan fokus pada proses pemeriksaan dan penyidikan saat di KPK

Pansus KPK Akan ke Lapas Tanyai Napi Satu per Satu Soal Pengembalian Uang Denda
TRIBUNNEWS.COM/Vincentius Jyestha
Suasana ruang rapat antara Anggota Pansus Hak Angket KPK dan pimpinan BPK sebelum rapat dimulai di Gedung BPK, Jakarta, Selasa (4/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan kunjungan lembaga permasyarakatan (lapas) pada Kamis 6 Juli 2017.

Dua lapas yang akan dikunjungi yakni Pondok Bambu dan Sukamiskin.

"Sejauh ini terkait agenda kerja pansus angket berkunjung ke lapas Sukamiskin dan Pondok Bambu masih on schedule. Dan secara komunikasi juga kita sudah dilakukan oleh sekretariat," kata Wakil Ketua Pansus Angket KPK Risa Mariska di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Risa mengatakan agenda kunjungan sampai saat ini berjalan sesuai jadwal. Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan pihaknya akan fokus pada proses pemeriksaan dan penyidikan saat di KPK.

Baca: Ketika Jokowi Ingatkan Menteri Susi: Sus. Jangan Diterus-terusin yang Urusan Cantrang

"Kalau nanti kemudian berkembang tergantung teman-teman yang ada karena mereka pasti pendalaman," kata Risa.

Selain itu, Pansus Angket KPK juga akan bertanya mengenai pembayaran denda oleh narapidana. Termasuk, pengembalian kerugian negara yang menjadi domain KPK.

"Jadi kita mau lihat berapa yang sudah diterima oleh KPK dan sudah dibayarkan kemudian bagaimana mekanismenya. Itu juga akan kita evaluasi. Kalau ada penyimpangan akan kita koreksi," kata Risa.

Baca: Warga Ngamuk Pria Pemerkosa Gadis Mandi Ini Diikat dan Dihajar Hingga Tewas

Sedangkan mengenai jadwal kunjungan, Risa menuturkan pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak Kemenkumhan dan Dirjen PAS.

Anggota Komisi III DPR itu mendengar mereka siap menerima kedatangan Pansus Angket KPK.

"Tapi kalau nanti ada kajian-kajian saya rasa engga lah. Karena komunikasi antara penghubung dan sektetariat kami sejauh ini masih on schedule," ujar Risa.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help