BangkaPos/

Ternyata Wanita yang Hobi Selingkuh Lebih Menarik, Ini Penyebabnya

hasil-hasil itu mengungkapkan adanya daya tarik kekuatan menggairahkan dari wanita selingkuh, dari yang terkenal

Ternyata Wanita yang Hobi Selingkuh Lebih Menarik, Ini Penyebabnya
hipwee.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Ternyata bagi banyak pria, wanita yang tak setia itu tampak lebih menarik.

Selebritas yang selingkuh secara fisik terlihat lebih menarik. Begitu kata Victoria Milan, situs penyedia pasangan selingkuh.

Perselingkuhan selebriti selalu mendapat sorotan media. Tetapi, tampaknya wanita yang tak di bawah lampu sorot ketenaran memiliki daya tarik bagi 81 persen pria.

Jika seorang wanita sudah merayu pria lain yang bukan suaminya sebelumnya, 70 persen pria mengatakan ini sudah menyalakan tombol gairah mereka.

Alasannya? Pria umumnya tidak ingin menjadi orang pertama yang menyelingkuhi wanita.

Empat dari lima pria akan memilih berada di antrean terakhir pria yang pernah tidur dengan wanita menikah.

Lantas mengapa wanita menikah yang selingkuh tampak menggoda?

Sebanyak 27 persen mengatakan, ada faktor kesenangan. Wanita itu mencari kesenangan, sehingga kemungkinan menikmati seks juga.

Sementara, seperlima percaya wanita itu tidak mencari pasangan serius.

Sebanyak 70 persen pria mengatakan, mereka intim dengan wanita selingkuh, tetapi di saat bersamaan mereka tidak ingin si pasangan selingkuh punya kekasih selain mereka.

Pendiri dan CEO Victoria Milan, Sigurd Vedal mengatakan, hasil-hasil itu mengungkapkan adanya daya tarik kekuatan menggairahkan dari wanita selingkuh, dari yang terkenal ataupun tidak.

"Pria tertarik pada wanita yang mengintimidasi mereka dan setelah mendapatkan mereka sebagai kekasih, mereka tak mau berbagi dengan orang lain," ujarnya.

"Mereka tidak tertarik pada ketrampilan bercakap-cakap atau rasa percaya diri wanita peselingkuh. Tetapi tertarik pada pendekatannya terhadap kehidupan yang suka bersenang-senang, penolakannya untuk berkomitmen pada pria serta kecakapan seksualnya."

(Intisari-Online)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help