STKIP MBB Buka Dua Prodi Bahasa Inggris dan Matematika

Alhamdulilah saat ini kita sudah menambah prodi baru yakni Prodi Bahasa Ingris dan Matematika dan kita sudah mulai

STKIP MBB Buka Dua Prodi Bahasa Inggris dan Matematika
Bangkapos/Giarti
Ketua STKIP MBB Asyraf Suryadin saat membuka Seminar Mahasiswa dan Wawasan Kebangsaan, Sabtu (8/7) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Giarti

BANGKA POS .COM, BANGKA-- Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bangka Belitung (STKIP MBB) membuka Program Studi Baru yakni Prodi Matematika dan Prodi Bahasa Inggris mulai tahun ajaran 2017/2018,.

Pembukaan prodi baru ini setelah keluarnya SK Kemenristek Dikti No 270/KPT/1/2017 untuk Prodi Matematika dan SK Kemenristek Dikti No No 270/KPT/1/2017 untuk Prodi Bahasa Inggris.

Sehingga saat ini ada empat pogram studi yang dimiliki kampus ini, yakni Prodi PGSD, Prodi PJKR, Prodi Matematika dan Prodi Bahasa Inggris.

Demikian dikatakan Ketua STKIP MBB Asyraf Suryadin saat membuka Seminar Mahasiswa dan Wawasan Kebangsaan, Sabtu (8/7) kemarin di Kampus STKIP MBB.

"Alhamdulilah saat ini kita sudah menambah prodi baru yakni Prodi Bahasa Ingris dan Matematika dan kita sudah mulai menerima mahasiswa baru untuk tahun ini, yang Prodi PGSD gelombang IV ini sudah cukuplah ya nanti ngeruwih,"papar Asyraf dihadapan mahasiswa yang menghadiri seminar. Adapun pendaftaran masih dibuka hingga 19 Agustus mendatang

Dalam kesempatan tersebut Asraf menyatakan seminar yang mengundang narasumber Gugum Gumelar dari Widyaiswara PKP2A I LAN ini penting bagi mahasiswa karena bangsa ini memiliki aneka budaya sehingga perlu wawasan untuk itu.

"Kedepan kita sedang melakukan magang ke Solo Jawa Tengah mahasiswa harus tahu bagaimana budaya orang Jawa agar bisa membawa diri, bahkan nantinya kita juga akan mengadakan KKN antar provinsi sehingga penting sekali mahasiswa mengerti berbagai budaya dan kebiasaan dari daerah-daerah lain,"jelasnya.

Sementara itu Gugum Gumelar dalam makalahnya memaparkan bahwa pemahaman wawasan kebangsaan ini dilandasi Pancasila dan merupakan pedoman bertingkah laku bagi masyarakat sehingga terbentuk karakter bangsa.

"Pancasila dapat dikatakan sebagai dasar negara, pandangan hidup, ideologi negara, ligatur (pemersatu) dalam perikehidupan kebangsaan dan kenegaraan, dan sumber dari segala sumber hukum,"paparnya.

Lebih lanjut Gugum menyatakan dengan kondisi bangsa saat ini diharapkan mahasiswa menjadi agen perubahan dan kelompok penekan.

"Jika jaman dulu makna membangun bangsa adalah merebut kemerdekaan dengan bambu runcing maka saat ini bermakna mengisi kemerdekaan dengan ide-ide kreatif,"paparnya.

Diakhir paparanya Gugum mengutip berbagai ajaran para pejuang bangsa, mulai dari Ir Soekarno, Kartini, Muhammad Hatta hingga Suharto.

Kegiatan seminar diikuti selain oleh mahasiswa STKIP juga hadir mahasiswa dari STAIN, STIKES dan lain sebagainya. Turut hadir Ketua 2 Supanut, Ketua 3 Gatot Afrianto para ketua prodi dan dosen. (*)

Penulis: giarti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved