BangkaPos/

Bali Kembali Menjadi Tuan Rumah Indonesia Tin Confrence and Exhtibition 2017

ICDX pada 27-29 Agustus 2017 mendatang kembali akan menyelenggarakan Indonesia Tin Confrence and Exhtibition

Bali Kembali Menjadi Tuan Rumah Indonesia Tin Confrence and Exhtibition 2017
Istimewa
Kepala seksi fasilitas kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai Dorothea Sigit, kepala Bappepti Bachrul Chairi , Dirut ICDX Lamon dan Dirut ILB Henry Chandra dalam jumpa pers, Senin (10/7/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM,JAKARTA--ICDX pada 27-29 Agustus 2017 mendatang kembali akan menyelenggarakan Indonesia Tin Confrence and Exhtibition ( ITCE) yang keempat.

ITCE kali ini mengusung teman "Tin Beyond Boundaries; Integrating the Tin Industry for Sustainable Economic Growth".

Bali pada tahun 2016 lalu juga menjadi tuan rumah ITCE 2016.

Baca: Pusat Logistik Berikat ICDX Tahun Ini Resmi Beroperasi di Pangkalpinang

"Seperti pada penyelenggaraan sebelumnya, ITCE akan menghadirkan para narasumber yang berkompeten serta dihadiri sejumlah peserta dari mancanegara baik yang sudah menjadi buyer anggota ICDX maupun calon buyer timah. Tentu, ITCE ini juga dihadiri pelaku usaha smelter di dalam negeri, sebab acara ini berpotensi memperluas jaringan bisnis", ungkap CEO ICDX, Lamon Rutten dalam pers conference Pra penyelenggaraan Indonesia Tin Conference and Exhibition- ITCE, di Hotel Pullman, Jakarta (10/7/2017).

Menurut Lamon Rutten, pemilihan tema "Tin Beyond Boundaries; Integrating the Tin Industry for Sustainable Economic Growth" sangat beralasan, sebab pemerintah saat ini fokus pada program peningkatan utilitas Pusat Logistik Berikat- PLB baik impor maupun tujuan ekspor komoditi unggulan Indonesia.

"ITCE akan memberikan manfaat dan solusi kepada para pelaku sektor industri timah dan juga pemerintah Indonesia dalan memajukan industri timah nasional untuk pertumbuhan ekonomi berkesinambungan", jelasnya.

"ICDX melalui anak usaha ILB, sangat berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang efisien dan didukung oleh sistem logistik modern. Sehingga posisi Indonesia sebagai penentu harga timah dunia semakin kuat dan terintegrasi dengan pasar keuangan global", papar Lamon.

"ILB tidak hanya berfungsi tempat penyimpanan timah, tetapi ke depan dapat menajdi role mode dan etalase dari berbagai komoditi ekspor lainnya seperti CPO dan karet", pungkasnya.‎(*)

Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help