BangkaPos/

Oknum Guru Ini Sebut Uang Rp 17 Juta Diberikan ke Pengacara di Kafe

DS blak-blakan jika dirinya belum lama ini menyerahkan sejumlah uang damai kepada penasihat hukum korban.

Oknum Guru Ini Sebut Uang Rp 17 Juta Diberikan ke Pengacara di Kafe
Bangkapos.com/Ryan Agusta
DS, oknum guru SMKN 4 Pangkalpinang sedang memberikan keterangan di hadapan wartawan, disaksikan langsung oleh ketua KPAD Babel. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- DS (41), oknum guru SMKN 4 Pangkalpinang blak-blakan jika dirinya belum lama ini menyerahkan sejumlah uang damai dalam kasus kekerasan terhadap dua siswanya.

"Yang pertama saya serahkan Rp 3 juta itu sebelum lebaran atau sebelum penandatanganan surat kesepakatan damai itu," kata DS di hadapan wartawan saat berkunjung ke Sekretariat Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Senin (10/7/2017) pagi.

DS memberikan pernyataan disaksikan langsung oleh Ketua KPAD Provinsi Babel, Sapta Qodria Muafi SH.

Selanjutnya, DS menyerahkan uang sebesar Rp 17 juta langsung kepada Ade P Daniswara SH, pengacara korban, saat pertemuan di salah satu kafe di Kota Pangkalpinang.

"Waktu pertemuan di kafe itu setelah lebaran, uang sisa pembayaran sejumlah Rp 17 juta saya serahkan langsung ke pak Ade," kata DS.

Sebelumnya, Ade P Daniswara SH, penasihat hukum siswa korban pemukulan, tak menampik adanya kesepakatan damai antara oknum guru SMKN 4 Pangkalpinang DS dengan korban Jf & An.

"Memang betul ada upaya kesepakatan damai antara kedua belah pihak itu karena keduanya sebelumnya sudah saling memaafkan dan selanjutnya kita buatkanlah suatu perjanjian sepakat damai," kata Ade saat menghubungi bangkapos.com, Sabtu (8/7/2017).

Kesepakatan damai tersebut juga termasuk dalam proses hukum yang sedang berjalan.

"Kesepakatan damai untuk mencabut laporan itu di kepolisian masih dalam proses karena pihak kepolisian belum berani memutuskan perkara ini," kata Ade.

Halaman
12
Penulis: ryan augusta
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help