BangkaPos/

Penderita Narkoba Direbus Dalam Kuali Besar, Pasien: Nyaman Mas Uapnya juga Harum

Para pasien " direbus" di dalam kuali raksasa yang di bawahnya terdapat api menjilat-jilat dari tungku bakar.

Penderita Narkoba Direbus Dalam Kuali Besar, Pasien: Nyaman Mas Uapnya juga Harum
IST
Ustadz sekaligus Pengelola Ponpes Nurul Ichsan Al Islam, KH Ahmad Maluana Ichsan duduk di atas kuali raksasa yang digunakan untuk merebus pasien rehabilitasi narkoba.(KOMPAS.com/Iqbal Fahmi) 

BANGKAPOS.COM, PURBALINGGA - Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ichsan Al Islam di Desa Karangsari, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, memiliki cara unik untuk menyembuhkan pasien yang mengalami ketergantungan narkoba.

Para pasien " direbus" di dalam kuali raksasa yang di bawahnya terdapat api menjilat-jilat dari tungku bakar. Ritual ini disebut godhog oleh warga pondok pesantren.

Ritual ini bukan untuk ilmu hitam, tetapi justru sebagai metode rehabilitasi terhadap zat adiktif yang sudah mencemari jaringan tubuh mereka.

Ustaz sekaligus pengelola Ponpes Nurul Ichsan Al Islam, KH Ahmad Maluana Ichsan mengatakan, metode ini telah dilakukan sejak ponpes berdiri.

“Dengan metode ini mereka jadi lebih relaks, sehingga bisa mengatasi efek dari Napsa seperti sakaw,” kata pria yang akrab disapa Mbah Kiai tersebut.

Para pasien direbus menggunakan air yang dicampur sejumlah ramuan aroma terapi. Di antaranya daun jambu, serbuk ragi, akar jambe, hingga daun sirsak atau nangka sabrang.

Ekstrak dari ramuan ini akan meresap ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit yang terbuka saat direbus. Para pasien direbus dalam kurun waktu yang berbeda-beda, rata-rata antara 20 hingga 30 menit, tergantung seberapa parah kondisi fisik pasien terhadap pengaruh obat-obatan terlarang yang pernah mereka konsumsi.

“Kita biasanya melakukan ritual godhog ini seminggu sekali. Prosesinya berpasang-pasang pada malam hari bada shalat isya berjamaah,” ujar pria yang memiliki postur tinggi besar tersebut.

Tak ada yang aneh pada ekspersi para pasien rehabilitasi saat direbus hidup-hidup dalam kuali raksasa itu.

Salah satu pasien, Nisa (20) bahkan mengaku sangat menikmati saat-saat tubuhnya masuk masuk ke kuali.

Halaman
123
Editor: edwardi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help