BangkaPos/

Ketika si Putih Pedas Harapan Petani Itu Terpasung Pasang Surut Harga Lada Dunia

Lonjakan harga lada pada kurun 2015-2016, yakni Rp 90.000-Rp 150.000 per kg, disambut petani dengan gembira. Kebun-kebun baru bermunculan

Ketika si Putih Pedas Harapan Petani Itu Terpasung Pasang Surut Harga Lada Dunia
ist
Petani asal Desa Ranggas sedang menjemur lada di bawah teriknya matahari, Senin (5/6/2017) 

BANGKAPOS.COM--Sejarah pengembangan lada (Piper nigrum) erat dengan situasi pasar rempah dunia. Pasang surut harga berulang mengikuti hukum penawaran dan permintaan.

Namun, ekspor produk rempah Indonesia dianggap prospektif, sejalan dengan tren impor dunia yang positif.

Lonjakan harga lada pada kurun 2015-2016, yakni Rp 90.000-Rp 150.000 per kg, disambut petani dengan gembira. Kebun-kebun baru bermunculan. Jarak antartanaman di sebagian kebun semakin rapat.

Baca: Kisah Muntok White Pepper yang Terhimpit Timah dan Perkebunan Sawit

Di daerah sentra, seperti Bangka Belitung dan Sumatera Selatan, petani memperluas atau mengintensifkan kebunnya.

warga di Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka, menjemur lada, Rabu (21/6/2017).
warga di Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka, menjemur lada, Rabu (21/6/2017). (Bangkapos/Riyadi)

Termotivasi mendongkrak hasil panen lada, hampir setiap hari Ansori (47) menyambangi kebunnya di Desa Surabaya, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan. ”Tadi habis menyemprot rumput liar,” ujarnya pada Kamis sore pertengahan Maret 2017.

Baca: The King of Spice yang Mendunia Itu Berawal Dari Muntok Lalu Menyebar ke Seluruh Babel

Tahun lalu, Ansori memanen dan menjual sekitar 1 ton lada kering dari 3.000 pohon miliknya ketika harganya Rp 90.000 per kg. Petani lain memperoleh pendapatan lebih tinggi karena menjual hasil panen ketika harga lebih dari Rp 100.000 per kg.

Wilayah di sekitaran Danau Ranau, sentra lada di Sumatera Selatan, seperti diguyur rupiah pada panen dua tahun terakhir.

Dengan produksi 3.763 ton, nilai ekonomi lada OKU Selatan ditaksir lebih dari Rp 188 miliar tahun lalu.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help