Tambang Timah di Pemali, Tiga Bulan Sudah Menelan Tiga Nyawa

Lokasi tambang di Kecamatan Pemali, menurut Putra, rata-rata memiliki kedalaman yang potensi menyebabkan kecelakaan kerja

Tambang Timah di Pemali, Tiga Bulan Sudah Menelan Tiga Nyawa
Bangkapos/Fery Laskary
Lokasi pekerja TI tertimpa tanah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Camat Pemali, Putra Jaya menyesalkan maraknya kecelakaan tambang di wilayah kerjanya.

Apalagi sejak tiga bulan terakhir, sedikitnya tercatat, tiga orang warga meninggal dunia di lubang camui (tambang), saat mencari timah.

"Makanya, saya selalu mengingatkan warga agar berhati-hati. Kalau cari timah, lihat situasi, terutama jangan pergi sendirian," kata Camat Pemali, Putra Jaya, mengomentari insiden yang baru saja menimpa, Tejo (35), warga Desa Pemali Kecamatan Pemali Bangka, Jumat (14/7/2017).

Apalagi saat ini, cuaca sangat tidak menentu. Curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini, memungkinkan tanah di areal tambang, seketika gampang roboh.

"Apalagi kalau musim hujan, itu sangat rawan. Yang jelas hujan atau tidak hujan, bahaya suatu ketika mengintai," katanya.

Lokasi tambang di Kecamatan Pemali, menurut Putra, rata-rata memiliki kedalaman yang potensi menyebabkan kecelakaan kerja. Tak heran, jika sudah beberapa kali lokasi tambang di kecamatan ini, menelan korban.

"Kemarin (dua bulan lalu) juga pernah kejadian di Dusun Bokor (Desa Airduren Kecamatan Pemali) ada korban meninggal kecelakaan di TI (tambang timah). Tiga bulan lalu, juga dua orang mati di TI di wilayah tambang Desa Penyamun. Yang jelas, setahu saya, dalam tiga bulan terakhir sudah ada tiga orang korban meninggal di tambang di wilayah Kecamatan Pemali," katanya.

Mengenai insiden yang baru saja menimpa Tejo (35), warga Desa Pemali Kecamatan Pemali Bangka, Jumat (14/7/2017) pagi, Putra mengaku sudah mendapat khabar.

Seharusnya, Tejo dan juga warga lainnya tidak masuk ke areal tambang PT PTS,apalagi masuk tanpa ijin.

"Tapi ya mau gimana lagi, namanya warga, mungkin mau cari penghasilan karena kebutuhan perut," keluhnya.

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved