BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Musibah Nelayan Bagan

Fendi 'Yang Saya Pikirkan Waktu itu Mati, Saya Pikir Bakal Mati'

Suara gemuruh, terdengar dasyat. Bangunan kayu bagan yang berdiri di lepas pantai itu pun seketika roboh, menyisakan sebatang kayu pancang

Fendi 'Yang Saya Pikirkan Waktu  itu Mati, Saya Pikir Bakal Mati'
Bangkapos/Fery Laskari

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tiba-tiba angin kencang berhembus, disertai terjangan gelombang bertubi-tubi.

Suara gemuruh, terdengar dasyat. Bangunan kayu bagan yang berdiri di lepas pantai itu pun seketika roboh, menyisakan sebatang kayu pancang yang kebetulan masih terhujam ke dasar laut, Minggu (16/7/2017) siang.

"Yang saya pikirkan waktu itu mati. Saya pikir bakal mati," kata Fendi (18), nelayan pancing asal Sungailiat, menceritakaan kronologis robohnya bagan, tempat dia dan rekan seprofesi, Deyan (30) tersapu gelombang di Perairan Rebo Sungailiat, Minggu (16/7/2017).

Sejumlah warga beramai-ramai menyaksikan proses evakuasi nelayan bagan, korban tenggelam yang berhasil diselamatkan di Perairan Rebo Sungailiat Bangka, Minggu (17/7/2017) petang
Sejumlah warga beramai-ramai menyaksikan proses evakuasi nelayan bagan, korban tenggelam yang berhasil diselamatkan di Perairan Rebo Sungailiat Bangka, Minggu (17/7/2017) petang (Bangkapos/Fery Laskari)

Bagan atau bangunan kayu beralaskan papan seadanya, tempat Pendi dan Deyan berada hancur, dan tercebur ke laut.

Hasil tangkap yang mereka kumpulkan sejak tiga malam berturut-turut menginap di bagan, terbuang sia-siia. Begitu pula, peralatan mereka, tak tersisa, hanyut dihantam gelombang.

"Waktu itu, saya dan Deyan panik. Hanya ember yang berhasil kami raih, bakal dijadikan pelampung," katanya.

Namun bagaimana pun, Fendi mengaku masih memiliki semangat untuk hidup. Dia berusaha agar tak hanyut disapu gelombang di saat badai melanda.

"Kami kemudian menggapai satu-satunya tiang pancang bagan yang tersisa, masih terhujam ke dasar lautan. Saya dan Deyan, berdua berpelukan pada kayu sebatang kayu pancang tadi," kata Pendi.

Kedua nelayan ini mengaku, apapun yang terjadi, tak akan terrjun ke laut apalagi berenang hingga ke daratan. Jarak tempuh belasan mill, membuat mereka memilih bertahan di kayu pancang tadi.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help