BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Empat Jam Mengapung di Laut, Udin Cs Terdampar di Pulau Tak Berpenghuni, Begini Kisahnya

Kapal nelayan Belinyu ini pecah, dan seketika tenggelam. Udin Cs berenang berbekal fiber ikan di kegelapan malam. Mereka selamat setelah

Empat Jam Mengapung di Laut, Udin Cs Terdampar di Pulau Tak Berpenghuni, Begini Kisahnya
Istimewa
Tiga orang nelayan Belinyu selamat setelah empat jam berenang 6 mill dan tiga hari tiga malam terdampar di Pulau Penyaman Perairan Pulau Tujuh. Tampak dari kiri ke kanan, Senin (17/7/2017) malam, Hendri (ABK), Udin Gondrong (Nahkoda), Ketua HNSI Bangka Ridwan dan Rio (ABK). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Empat jam terombang-ambing berenang di laut lepas, Udin Gondong dan dua ABK, Hendri (30)-Rio (17), akhirnya terdampar di pulau tak berpenghuni, Pulau Penyaman Perairan Pulau Tujuh.

Kapal nelayan Belinyu ini pecah, dan seketika tenggelam. Udin Cs berenang berbekal fiber ikan di kegelapan malam. Mereka selamat setelah mendarat di pulau itu selama tiga hari tiga malam.

"Suasananya sangat mencekam. Kapal kami tenggelam akibat papan belakang dekat linggi jebol satu keping terkena hempasan gelombang," kata Udin Gondrong (40) ketika dihubungi Bangka Pos Group melalui saluran telepon seluler milik Ketua HNSI Bangka, Ridwan, Senin (17/7/2017) malam.

Kejadian kata Udin, Jumat (14/7/2017 malam. Cuaca di utara Belinyu memburuk, Angin kencang, disertai hempasan gelombang tak kurang dari tiga meter.

"Kami buru-buru memasukan beberapa pakaian dan makanan ransum seadanya, termasuk orari (HT) ke dalam fiber ikan, saat kapal mulai dimasuki air laut," katanya.

Udin, Hendri dan Rio menceburkan diri, seraya tangan mereka berpegangan pada fiber ikan yang lebih dulu diceburkan ke laut.

"Kami berpegangan pada fiber ikan, terombang-ambing berenang didorong arus selama empat jam," katanya.

Mereka terus bertahan, walau tubuh menggigil terendam air laut. Empat jam berlalu, Pulau Penyaman Perairan Pulau Tujuh mulai terlihat jelas.

"Kami berenang mengapung bersama fiber ikan sejauh enam mil dari lokasi kejadian. Empat jam mengapung, kami akhirnya terdampar di Pulau Penyaman," kata Baharudin, nama asli Udin Gondrong, berbagi kisah pada Bangka Pos Group melalui saluran telepon,

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help