BangkaPos/

Keterbatasan Sapras, SMPN 5 Pangkalpinang Tak Bisa Tampung Seluruh Calon Siswa Tidak Mampu

Kita ingin mengutamakan mutu dan memiliki keinginan untuk sejajar dengan sekolah rujukan (SMPN 2 Pangkalpinang)

Keterbatasan Sapras, SMPN 5  Pangkalpinang Tak Bisa Tampung Seluruh Calon Siswa Tidak Mampu
Bangkapos/Iwan Satriawan
Para orang tua siswa ikut upacara pada hari pertama masuk sekolah di SMPN 1Pangkalpinang, Senin (17/7/2017) 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Di hari pertama masuk sekolah hingga pukul 10.00 WIB Senin (17/7), sebanyak 234 siswa dengan nilai terendah 23, 05 yang diterima di SMP Negeri 5 mengikuti pengenalan sekolah.

Salah satunya sosialisasi penguatan karakter NKRI.

Jumlah siswa yang diterima SMP Negeri 5 Pangkalpinang tahun ini memang tak sebanyak tahun lalu sebesar 280 siswa.

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Pangkalpinang, Bahiro menjelaskan penerimaan siswa baru tahun ini dikurangkan tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran terhadap siswa.

Tak hanya itu, pasalnya ada sembilan orang kelas VII tahun ajaran 2016 lalu tak naik kelas.

Meski terdapat perbedaan terhadap jumlah siswa namun jumlah rombongan belajar (rombel) dipastikan tak berbeda dengan tahun lalu yakni sebanyak tujuh rombongan belajar (kelas)

"Kita ingin mengutamakan mutu dan memiliki keinginan untuk sejajar dengan sekolah rujukan (SMPN 2 Pangkalpinang)," ujar Bahiro saat ditemui Bangka Pos.

Menanggapi Riski salah satu calon pendaftar yang tak diterima di SMP Negeri 2 Pangkalpinang, Bahiro membeberkan setiap langkah penerimaan siswa baru sudah dilakukan sesuai tahapan. SMP Negeri 5 menerima siswa berpretasi dan bina lingkungan. Diketahui kuota penerimaan siswa dari jalur bina lingkungan guna menampung siswa yang tinggal dekat dengan lokasi SMP Negeri 5 mencapai 20 persen.

Jumlah pendaftar di SMP Negeri 5 tahun ini terhitung banyak, di hari pertama pendaftaran dibuka saja sudah ada 19 calon pendaftar yang melebihi kuota PPDB SMP Negeri 5.

"Secara nasional diatur lingkup jarak dekat 5 kilometer dianggap dekat artinya seluruh sekolah di Pangkalpinang ini masih dekat termasuk dalam jarak itu. Maka dibagi dan disebarkan, tidak semua siswa tidak mampu kita yang menampungnya karena ada keterbatasan sarana prasarana, ada SMP Negeri yang lain," jelas Bahiro.

Dikatakan Bahiro, kebijakan sekolah dalam penerimaan siswa baru senada dengan kebijakan yang ditetapkan Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang.

"Kita tidak bisa mengcover semuanya. Kita serahkan ini ke Dinas Pendidikan kebijaksanaannya bagaimana. Sulit mau ditolak, namun bagaimana mau diterima kondisi terbatas. Apapun kebijakan Dinas Pendidikan kami terima," tutupnya.(*)

Penulis: Dhina Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help