BangkaPos/

Tak Diterima Sekolah, Riski Terpaksa Kerja Kupas Bawang Merah

Tak seperti siswa lain yang gembira merasakan hari pertama masuk sekolah, Riski (14) sibuk bekerja membantu neneknya

Tak Diterima Sekolah, Riski Terpaksa Kerja Kupas Bawang Merah
Bangkapos/Ardhina Trisila Sakti
Riski membersihkan bawang merah di Gudang Haji Awi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tak seperti siswa lain yang gembira merasakan hari pertama masuk sekolah, Riski (14) warga Gang Keluarga, Kelurahan Mangkol Kecamatan Bangka Tengah hari ini sibuk bekerja membersihkan bawang merah di gudang milik Haji Awi distributor cabe dan bawang merah yang berlokasi di Jalan Mentok.

Siswa lulusan SD Negeri 42 Pangkalpinang ini masih bertanya-tanya mengenai nasib kelanjutan sekolahnya di tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

Sebabnya Riski yang ditemani neneknya Eliyati (61) sudah mendaftar sekolah di SMP Negeri 5 Pangkalpinang namun dirinya tak diterima.

Total hasil ujian Riski 21,9 yang terdiri dari nilai MTK dan Bahasa Indonesia masing-masing 67 dan nilai IPA 85.

Tak banyak kata yang diucapkan Riski saat ditemui Bangka Pos di gudang Haji Awi.

Ia hanya mengangguk saat ditanya keinginannya melanjutkan sekolah tingkat SMP dan menyukai mata pelajaran IPA.

Tak tahu harus melanjutkan ke sekolah mana usai tak diterima di SMP Negeri 5.

Kini Riski hanya membantu neneknya membersihkan bawang merah sedari pukul 07.00-15.30 WIB dengan upah Rp. 360 ribu per minggu.

Eliyati (61) mengaku tak bisa berbuat banyak untuk memikirkan sekolah Riski di tengah keterbatasan ekonomi.

Ia membesarkan Riski sejak dilahirkan karena ayah Riski tak ada kabar sejak lama sementara ibu Riski (39) mengalami gangguan jiwa.

"Pening nenek mikir nek masukin (Riski) di sekolah mane. Harapan nenek men pacak dapet sekolah, kalau tahun ni dak dapet rencana daftar sekolah agik di tahun depan. Kalau sekolah swasta jujur dak de biaya dan susah transportasi," keluh Eliyati di kediamannya.

Meski tak berdaya, Eliyati pun merasa kasian dengan cucu laki-lakinya.

"Die bilang, kalau die lah besar nek sekolah. Dia kesel dan malu karna kawan-kawan lainnya sudah masuk SMP. Kata ku dak tau ngapalah," ujar Eliyati

Penulis: Dhina Sakti
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help