BangkaPos/

Tim KKN UBB 2017 Galang Dana Peduli Bencana Pulau Belitung

Aksi penggalangan bantuan ini dilakukan di beberapa titik, yakni di Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung dan di beberapa titik lampu lalu lintas

Tim KKN UBB 2017 Galang Dana Peduli Bencana Pulau Belitung
Facebook/Feb Atack Billitone
Banjir di sekitar Tugu Arwana Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur, Senin (17/7/2017) siang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ismed HS

BANGKA POS.COM, BANGKA -- Tim KKN UBB 2017 melakukan aksi galang dana dan bantuan lainnya untuk membantu masyarakat di Belitung Timur dan sekitarnya yang mengalami musibah banjir.

Aksi penggalangan bantuan ini dilakukan di beberapa titik, yakni di Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung dan di beberapa titik lampu lalu lintas yang ada di perempatan Rumah Sakit DKT Kota Pangkalpinang.

Aksi penggalangan bantuan ini melibatkan 24 mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam tim KKN 12 UBB Kabupaten Belitung.

Rencananya, aksi penggalangan dana ini akan dilakukan selama dua hari yakni pada tanggal 17 dan 18 Juli 2017. Dalam penggalangan bantuan yang dilakukan pada hari Senin (17/7) terkumpul bantuan berupa dana sejumlah Rp 4.300.000.

Aksi penggalangan bantuan selanjutnya akan dilakukan pada hari Selasa (18/7) di beberapa titik lampu lalu lintas yang ada di perempatan Ramayana Kota Pangkalpinang.

Menurut Benny selaku penanggung jawab kegiatan, aksi penggalangan bantuan ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat di Belitung Timur yang terkena dampak bencana banjir.

"Kami mengucapkan terima kasih banyaknya warga yang antusias untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terkena bencana banjir di Belitung Timur ini merupakan perwujudan dari kepedulian masyarakat Bangka Belitung akan nasib saudara-saudara mereka di sana," kata Benny.

Benny menambahkan, seperti yang telah diketahui bersama bahwa dalam kurun dua tahun terakhir bencana banjir seolah menjadi ancaman terbesar yang dihadapi oleh masyarakat Babel.

Selain bencana banjir Beltim yang terjadi pada 2017 ini, masih lekat pula dalam ingatan pada awal 2016 silam bencana banjir besar juga melanda banyak wilayah yang ada di Babel khususnya pulau Bangka.

Bahkan, banjir yang terjadi pada 2016 lalu disebut-sebut jauh lebih parah dibanding bencana banjir besar yang melanda beberapa wilayah di Bangka Belitung pada 1986 lampau.

"Semakin bertambahnya jumlah penduduk di Bangka Belitung jelas memengaruhi jumlah lahan kosong yang ada. Berbagai fasilitas dan hunian masyarakat pun semakin menjamur dari tahun ke tahun. Maka, perlu adanya upaya penataan wilayah yang baik oleh para stakeholder terkait untuk meminimalisir potensi bencana di wilayah Babel," jelas Benny.

Benny menjelaskan selain itu, dua bencana banjir besar yang melanda Babel dalam kurun dua tahun terakhir juga makin mempertegas bahwa persoalan lingkungan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

"Upaya peduli lingkungan melalui gerakan penghijauan dan alokasi Ruang Terbuka Hijau wajib menjadi agenda bersama sebagai upaya preventif untuk mencegah bencana yang jauh lebih besar terjadi di masa mendatang. Semoga Bangka Belitung dapat menjadi wilayah yang kembali menghijau dan bebas dari bencana yang berskala massif kedepannya," tandas Benny. (*)

Penulis: ismed
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help