Akhir 2017, STAIN SAS Akan Bertransformasi Menjadi IAIN

Kalau masih STAIN akses kita terbatas. Tapi kalau kita sudah memiliki profil Institut maka kita bisa membuka beragam fakultas

Akhir 2017, STAIN SAS Akan Bertransformasi Menjadi IAIN
zayadi 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Ketua STAIN Syeikh Abdurrahman Siddik (SAS) Zayadi meminta doa dari masyarakat Bangka Belitung perihal proses transformasi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang diprediksikan akan terlaksana akhir 2017 ini.

Zayadi menuturkan usaha STAIN untuk berganti kelembagaan ini sudah dilakukan sejak 2014 lalu.

Beberapa tahap telah dilalui, saat ini naskah akademik STAIN SAS telah berada di Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

"Proses perubahan kelembagaan ini sebenarnya tidak ada hambatan seperti dari jumlah dosen, mahasiswa dan infrastruktur. Sudah ada tim untuk membuat profil grand desain keagamaan STAIN SAS. Sebagai Ketua STAIN SAS akhir 2017 sudah kepengen berubah menjadi IAIN karena perubahan ini menjadi keharusan," ujar Zayadi saat ditemui Bangka Pos usai acara Uji Sahih RUU Ketahanan Kelurarga di Gedung Rektorat STAIN SAS, Selasa (18/7).

Ia pun menjelaskan keharusan berubah kelembagaan ini karena mempertimbangkan berbagai alasan. Menurutnya tiap penerimaan mahasiswa baru, peminat STAIN SAS dari pelajar Bangka Belitung semakin meningkat.

Pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2017 tersedia kuota 500 calon mahasiswa baru padahal jumlah pendaftar di STAIN SAS mencapai 600 peserta. Saat ini jumlah mahasiswa sebanyak 2.400 orang yang terbagi dari 3 jurusan dan 12 program studi.

"Kalau masih STAIN akses kita terbatas. Tapi kalau kita sudah memiliki profil Institut maka kita bisa membuka beragam fakultas dan prodi. Dengan adanya bentuk kelembagaan IAIN kita kepengen bisa memiliki akses lebih besar menyangkut tawar-menawar MOU dari berbagai bidang. Peluangnya akan lebih besar," tambahnya.

Kelebihan berganti kelembagaan disebut Zayadi juga berpengaruh terhadap rekruitmen tenaga dosen. Pasalnya jumlah mahasiswa dan guru saat ini tidak berbanding seimbang.

Diketahui hanya ada 59 dosen yang membimbing 2.400 mahasiswa STAIN SAS. Guna mengatasi kekurangan dosen ini, STAIN SAS pun berhasil mengajukan tenaga pengajar kepada MenPAN RB sebanyak 10 dosen PNS. Dosen baru akan terus bertambah dengan membuka rekruitmen dosen berstatus non PNS sebanyak 18 orang.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved