Pemkab Bangka Berikan Bantuan Dana Hibah untuk Mahasiswa UBB Sebesar Rp 50 Juta

Pemerintah Kabupaten Bangka memberikan bantuan dana hibah kepada para Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) sebesar Rp 50 juta

Pemkab Bangka Berikan Bantuan Dana Hibah untuk Mahasiswa UBB Sebesar Rp 50 Juta
Bangkapos/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat didampingi Wakil Rektor III UBB Fadillah Sabri, mengalungkan jaket KKN secara simbolis saat melepas Mahasiswa KKN Tematik UBB, Selasa (18/7/2017) di Ruang Bangka Bermartabat 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Pemerintah Kabupaten Bangka memberikan bantuan dana hibah kepada para Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) sebesar Rp 50 juta yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Bangka.

KKN ini diikuti sebanyak 341 mahasiswa/mahasiswi didampingi 23 dosen UBB yang melaksanakan kegiatan di Desa Rebo, Lingkungan Rambak, Lingkungan Matras, Desa Balunijuk, Desa Air Duren, Desa Kemuja dan Desa Zed.

"KKN pada tahun ini kita terima dengan baik kita memberikan bantuan hibah sebesar Rp 50 juta dari Pemkab Bangka untuk UBB. Silahkan koordinasi dengan bappeda," ungkap Bupati Bangka H Tarmizi Saat ketika melepas Mahasiswa KKN Tematik UBB, Selasa (18/7/2017) di Ruang Bangka Bermartabat.

Menurutnya, Pemkab Bangka pada tahun 2018 akan melakukan kerjasama dengan UBB membangun tambak di Desa Pagarawan untuk budidaya kepiting bakau dan ikan bandeng. Untuk itu akan dianggarkan dana senilai Rp 200 juta guna melakukan budidaya kepiting dan bandeng tersebut.

Selain itu juga pada Tahun 2018 nanti, Pemkab Bangka bersama UBB akan membangun Kampung Sosial di Kabupaten Bangka.

Dikatakan, Tarmizi untuk Desa Balunijuk merupakan daerah penghasil sayur-sayuran di Kabupaten Bangka sehingga cocok bagi mahasiswa KKN UBB terutama dari fakultas pertanian.

Di Desa Air Duren diakuinya tidak terlalu besar tetapi sebagai sentra penghasil nanas. Untuk itu perlu dikembangkan industri pengolahan nanas.

Sedangkan di Desa Kemuja yang merupakan desa kelahirannya, ada persawahan. Sebelumnya lahan kebunnya ini sudah ditanami jagung.

"Saya jadi bupati tidak hanya memberi contoh tetapi jadi contoh. Mana bupati kebunnya? ini kebun jagung, mana padi ini hasil padi, saya ada ngasil padi, mana ada lada ada, karet ada," kata Mantan Penyuluh Pertanian Lapangan ini.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved