Puluhan Pekerja TI Diminta Bongkar Ponton Sendiri Sebelum Polisi Bertindak

Mereka diminta menghentikan aktifitas penambangan di DAS dan hutan bakau desa Rambat, tanpa pengecualian

Puluhan Pekerja TI Diminta Bongkar Ponton Sendiri Sebelum Polisi Bertindak
Bangkapos/Anthoni
Tim gabungan Polres Babar, Sat Pol PP dan Koramil Muntok, geruduk lokasi Tambang Inkonvensional (TI) rajuk ilegal yang merambah Daerah Aliran Sungai (DAS) dan hutan bakau desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (18/7/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Puluhan pekerja TI rajuk yang beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan hutan bakau desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat di kumpulkan.

Mereka diminta menghentikan aktifitas penambangan di DAS dan hutan bakau desa Rambat, tanpa pengecualian.

Namun sebagian dari pekerja tambang memilih kabur.

Intruksi ini ditegaskan Kabag Ops Polres Bangka Barat Kompol Sahbaini disela-sela menggelar razia bersama tim gabungan Sat Pol PP dan Koramil Muntok, Selasa (18/7/2017)

" Tadi kurang lebih ada sekitar 80 pekerja. Mereka kami kumpulkan. Kami minta mereka menghentikan aktifitas penambangan dan membongkar sendiri ponton mereka tanpa terkecuali. Karena aktifitas mereka merambah DAS dan hutan manggrove," ujar Sahbaini mewakili Kapolres AKBP Hendro Kusmayadi S.IK, Selasa (18/7/2017).(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved