Serunya KKN UBB di Desa Tukak, Dari Adik Asuh Baru hingga Hutan Wisata Mangrove

Dek, kami dari UBB. UBB itu Universitas Bangka Belitung. Kampus UBB di Desa Balunijuk, Merawang, Kabupaten Bangka

Serunya KKN UBB di Desa Tukak,  Dari Adik Asuh Baru hingga Hutan Wisata Mangrove
Istimewa
Belum genap satu jam tiba di Desa Tukak Sadai, mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 12 sudah mendapat empat adik asuh. Mereka ramah dan senang bercengkrama, serta suka bergelayut di tubuh abang-abang mahasiswa UBB. Sontak suasana pun berubah bak keluarga besar.

BANGKAPOS.COM -- Empat anak-anak, masing-masing dua wanita dan pria, sontak bertanya kepada sejumlah mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 12 yang baru saja tiba di posko mereka: Desa Tukak Sadai, sekitar 120 Km arah Selatan Kota Pangkalpinang.

Belumlah genap sepuluh menit para mahasiswa/i KKN UBB ini turun dari bus, lantas meletakkan tas bawaannya di teras posko, sudah banyak pertanyaan meluncur dari mulut munggil anak-anak itu.

“Bang! Abang dari mane? Dari UBB...? Jauh dak Bang dari sini Bang ok?”

Mahasiswa pun menjawab semua pertanyaan dengan penuh perhatian.

“Dek, kami dari UBB. UBB itu Universitas Bangka Belitung. Kampus UBB di Desa Balunijuk, Merawang, Kabupaten Bangka. Kami di sini (Desa Tukak Sadai-Red) 35 hari,” jelas seorang mahasiswa dengan kalimat pendek-pendek. Maksudnya agar anak-anak mudah mengartikannya.

Namanya anak-anak, banyak pertanyaan mereka ajukan untuk memuaskan keingintahuan tentang ikhwal mengapa puluhan orang ‘asing’ tiba-tiba masuk ke desa mereka. Namun untungnya kondisi itu tak berlangsung lama. Dalam hitungan menit mereka jadi akrab.

Anak-anak itu pun bahkan sampai bergelayut manja di punggung mahasiswa KKN UBB. Suasana kaku sontak mencair. Yang tampak di zahir adalah kehangatan sesama anggota keluarga. Nah, kini 44 mahasiswa KKN UBB punya ‘sahabat’ kecil yang sekaligus adalah adik asuh.

Okto Supratman, Dosen Pembina Lapangan (DPL) KKN UBB di Desa Tukak Sadai, Rabu (19/07/2017) siang, menjelaskan tiga dari empat anak asuh mahasiswa KKN UBB itu bernama Okta (4 tahun), Elvi (7 tahun) dan Marvel (7 tahun).

“Mereka itu anak-anak dari warga Desa Tukak, yang lokasi rumahnya di sekitar Posko KKN UBB. Mereka anak-anak cerdas, dikenal ramah dengan siapapun, termasuk warga baru: mahasiswa UBB,” terang dosen Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan ini.
Elvi dan Marvel tercatat sebagai siswa kelas 2 di SD Negeri 30 Tukak. Sementara Okta siswa TK Pembina Tukak Sadai.

Odi Ripanda, mahasiswa KKN UBB dari Jurusan Teknik Pertambangan mengaku ‘betah’ di Desa Tukak Sadai. Pria berpenampilan bak ‘cow boy’ -- karena memakai topi bolero -- cepat akrap dengan anak-anak Desa Tukak.

Halaman
12
Penulis: Dody
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved