Libatkan Mahasiswa KKN UBB, Satu Ton Ikan Selangas Dibakar

Festival Bakar Ikan di Desa Tukak Sadai ini menurut Syamsuddin memang dimaksudkan untuk ‘mencuri’ perhatian kalangan wisatawan.

Libatkan Mahasiswa KKN UBB, Satu Ton Ikan Selangas Dibakar
istimewa
UDARA SEGAR – Rektor UBB Muh Yusuf bersama sejumlah mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 12 menikmati segarnya udara yang ‘mengapung’ di hutan wisata mangrove Desa Tukak Sadai. Objek wisata baru menghadap ke laut ini akan ‘dijual’ kepada pengunjung yang akan memadati Festival Ikan Bakar pada tanggal 23 Juli 2017.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dody

BANGKAPOS.COM, BANGKA,  -- Desa Tukak Sadai buat kejutan. Seharian penuh, Minggu (23/07/2017), desa di tepi bibir pantai ini menggelar festival bakar ikan. Tak tanggung-tanggung, untuk menarik ribuan wisatawan, panitia festival menyediakan satu ton ikan Selangas untuk panggang.

“Ikan itu mulai dikumpulkan Jumat malam. Panitia membeli ikan Selangas dari nelayan yang melaut di seputar pantai Desa Tukak Sadai!,” ujar Okto Supratman, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UBB Angkatan ke 12 Desa Tukak Sadai, Jumat (21/07/2017) siang.

Pada festival yang disebut-sebut baru kali pertama digelar di Bangka Selatan (Basel) itu, pihak desa -- selaku penyelenggara - melibatkan 44 mahasiswa UBB yang kini KKN di Desa Tukak Sadai. Mareka sudah mengikuti sejumlah rapat yang digelar oleh penyelenggara festival.

“Kami berterimakasih kepada UBB yang memilih Desa Tukak Sadai sebagai salah satu lokasi KKN di Bangka Selatan. Untuk menyukseskan festival ini, kami libatkan mahasiswa KKN selaku panitia,” ujar Syamsuddin, Kades Tukak Sadai, kepada Rektor UBB Muh Yusuf dan Warek II Agus Hartoko, Selasa (18/07/2017).

Festival Bakar Ikan di Desa Tukak Sadai ini menurut Syamsuddin memang dimaksudkan untuk ‘mencuri’ perhatian kalangan wisatawan. Sekaligus wahana promosi bagi Desa Tukak yang memiliki sejumlah objek wisata baru, seperti hutan wisata mangrove.

“Kami sadar bahwa perlu ada produk wisata yang berskala ‘woow’. Untuk itulah pada tahap awal ini kami gelar Festival Bakar Ikan Tukak Sadai. Ikan yang akan dibakar oleh pengunjung atau peserta festival pun adalah ikan Selangas. Ikan ini sudah dikenal di Basel, dan berasal dari laut Tukak Sadai sendiri,” ujar Syamsuddin menerangkan.

Desa Tukak belakangan ini sudah berbenah diri. Selain menata beberapa objek wisata, infrastuktur jalan dan fasilitas umum seperti wc dan arena parkir sudah dibangun. Bahkan di kedua sisi anak sungai di sekitar lokasi festival bakar ikan telah disemen. Terlihat rapih dan bersih.

Pengunjung pun akan menikmati ‘Jembatan Cinta’ yang dicat warna mencolok: merah, kuning dan biru. Jembatan ini menghubungan kedua sisi anak sungai. Menariknya, di tengah jembatan sengaja dibangun gazebo cantik beratap motif lipat kajang.

“Bila hujan tiba-tiba turun, atau panasnya terik matahari, pengunjung bisa berteduh di gazebo itu. Di sana disediakan tempat duduk,” ujar Syamsuddin.

Halaman
123
Penulis: Dody
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved