Terungkap Dua karyawan BRI Sampang Kuras Tabungan 32 Nasabah Senilai Rp 7 Miliar

Kedua pria pegawai BRI Cabang Sampang ini diduga menggelapkan uang tabungan milik 32 nasabah yang menabung di BRI

Terungkap Dua karyawan BRI Sampang Kuras Tabungan 32 Nasabah Senilai Rp 7 Miliar
Warta Kota/Joko Supriyanto
Penjahat yang membobol ATM berhasil dibongkar. 

BANGKAPOS.COM, SAMPANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, kini menetapkan dua karyawan BRI Cabang, Sampang, yakni SAN, bagian Funding Office (FO), warga Sampang dan YFL, bagian teller, warga Sumenep. Keduanya kini ditahan Kejari Sampang.

Kedua pria pegawai BRI Cabang Sampang ini diduga menggelapkan uang tabungan milik 32 nasabah yang menabung di BRI Cabang Sampang, senilai Rp 7 miliar.

Sebelum ditahan, keduanya menjalani pemeriksaan di Kejari Sampang, selama lima jam, Jumat (21/7/2017) petang.

Selanjutnya, setelah keduanya resmi dinyatakan sebagai tersangka kasus penggelapan uang nasabah sebesar Rp 7 mliar, kedua tersangka diangkut mobil tahanan kejari untuk dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B, Sampang, di Jl KH Wahid Hasyim, Sampang.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sampang, Yudie Arieanto Tri Santoso, Sabtu (22/7/2017) mengatakan, kedua tersangka melakukan penggelapan dana nasabah tidak sekaligus, melainkan selama dua tahun, sejak 2015 lalu hingga 2017 ini.

Tindakan mereka terkuak, setelah sejumlah nasabah yang merasa uang tabungannya berkurang dalam jumlah banyak merasa curiga ada yang mengambil tanpa sepengetahun nasabah.

Sehingga mereka melaporkan kasus ini ke Kejari Sampang. Padahal nasabah itu yakin, selama ini tidak pernah menarik uang, namun saldo tabungannya menyusut.

"Dari 32 nasabah yang melapor akibat korban penggelapan kedua oknum BRI itu, mereka rata-rata memiliki tabungan antara sebesar Rp 100 juta hingga Rp 2 miliar. Akibat perbuatannya itu, keduanya dijaring Undang-Undang Korupsi, ancaman hukuman penjara selama empat tahun," ujar Yudie Arieanto.

Dalam menjalankan aksinya kedua tersangka sengaja memilah dan memilih nasabah tabungan dan nasabah deposito yang memiliki saldo tabungan di atas Rp 100 juta, yang selama ini nasabah itu tidak membuat kartu ATM. 

Langkah ini, agar tindakan jahatnya tidak diketahui nabasah jika uangnya akan digelapkan.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help