BangkaPos/

Merayakan Ultah dengan Berpesta dan Tiup Lilin, Ini Penjelasannya Menurut Hukum Islam

bagaimana hukumnya menurut agama Islam merayakan ulang tahun (ultah) kelahiran dengan berpesta dan tiup lilin.

Merayakan Ultah dengan Berpesta dan Tiup Lilin, Ini Penjelasannya Menurut Hukum Islam
IST
Ilustrasi: Kue Ultah

BANGKAPOS.COM, BANDARLAMPUNG - Yth. MUI Lampung. Saya mau tanya, bagaimana hukumnya menurut agama Islam merayakan ulang tahun (ultah) kelahiran dengan berpesta dan tiup lilin. Atas penjelasannya saya ucapkan terimakasih.

Pengirim: +6285768361xxx

Haram Jika Diisi Kegiatan Negatif

Sebetulnya dalam Islam tidak ada ajaran baik perintah atau larangan yang secara tegas mengatur perayaan ulang tahun kelahiran.

Sehingga jika dalam perayaan ultah tersebut diisi dengan hal yang positif seperti mengundang teman dan kerabat untuk memberikan doa dan kemudian dibagikan aneka makanan dengan diniati bersedekah maka kegiatan ultah tersebut akan bernilai ibadah.

Tapi jika kegiatan ultah tersebut diisi dengan kegiatan yang negatif seperti hura-hura dan mabuk-mabukan atau kegiatan yang menyakiti atau mempermalukan orang lain maka kegiatan ultah tersebut termasuk perbuatan yang dilarang agama dan haram untuk dilakukan.

Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa kegiatan ultah hukumnya bisa haram jika diisi dengan hal yang negatif, dan bisa bernilai ibadah jika kegiatan ultah tersebut diisi dengan hal yang positif.‬

KH. Munawir
Ketua Komisi Fatwa MUI Lampung

Editor: edwardi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help