Empat Mahasiswi UNY Rela Datang ke Basel Ikut Toboali City On Fire 2

Empat mahasiswi dari Universitas Negeri Yogyakarta akan ikut meramaikan event di Toboali City On Fire Sesion 2.

Empat Mahasiswi UNY Rela Datang ke Basel Ikut Toboali City On Fire 2
Bangkapos.com/Riki Pratama
Empat mahasiswi dari Universitas Negeri Yogyakarta ini akan ikut meramaikan event di Toboali City On Fire Sesion 2. Mereka adalah Yessica Hana Nur Fadilah (paling kanan) , Aldila Putri Widi Astuti (nomer dua dari kanan), Mala Kurnia Sari (tengah), dan Anggara Nuruning Tyas Sinta (kiri). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Empat mahasiswi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan ikut meramaikan event di Toboali City On Fire Sesion 2.

Keempatnya yakni, Yessica Hana Nur Fadilah (18), Aldila Putri Widi Astuti (21), Mala Kurnia Sari (20), dan Anggara Nuruning Tyas Sinta (18).

Mereka terlihat bersemangat dan tidak sabar untuk memulai Mural Competition yang akan dilaksanakan pada Jumat (28/7/2017) besok.

Aldila Putri Widi Astuti asal Magelang mengatakan keikutsertaan mereka di event ini karena ajakan dari kakak alumni yang mengatakan ada perlombaan mural di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Empat mahasiswi yang jurusan kuliahnya berbeda ini berusaha menyeleksi dan menanyakan ke anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Serufo yang mau ikut dalam perlombaan tersebut.

"Tahu dari mas Vincent, itu alumni UNY. Kita dikasi tahu ada kegiatan ini, lalu kita diskusi sama teman- teman lain ada lomba seperti ini, pada akhirnya diseleksi dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Serufo UNY, terus kita latihan selama empat hari sebelum akhirnya berangkat dari Jogyakarta pada tanggal 26 kemarin," jelas Aldila mahasiswi semester 7 kepada wartawan, Kamis (27/7/2017).

Aldila menceritakan kedatangan mereka ke Toboali, Kabupaten Bangka Selatan tak semudah yang mereka harapkan. Jarak yang jauh serta memakan dana cukup besar, membuat mereka harus berfikir bagaimana bisa mencari biaya.

Mereka mengajukan proposal bantuan dana ke pihak rektorat UNY. Setelah menunggu lama dan bersabar akhirnya proposal mereka disetujui. Mereka pun berkesempatan menginjakkan kaki pertama kali di negeri 'Junjung Besaoh'.

Mereka kini menghadapi beban karena targetnya bisa membawa juara pada kompetisi Mural Competition nantinya.

"Kita sudah latihan sebelum datang ke sini. Kita juga telah menyiapkan konsepnya apa yang akan kita gambar. Kita berempat juga nanti akan berbagi tugas, ada yang mengambar, ada pula yang mengecetnya," ujar Aldila.

"Kita sudah dua kali ikut lomba mural, namun belum pernah juara, semoga kali kedua ini kita ikuti bisa mendapatkan target juara dan bisa mengharumkan nama daerah serta universitas," kata Aldila.

Lomba mural merupakan perlombaan melukis di space dinding yang berada dekat permukiman warga.

Pada tahun ini panitia TCOF Sesion 2 melaksanakan lomba mural mengambil tema "Fangin Tongin Jitjong", perpaduan budaya Tionghoa dan Melayu yang hidup harmonis dan berdampingan.

Tujuan lomba mural selain mengasah kreativitas melukis, juga untuk mempercantik kota dan memberikan nilai estitika sehingga nampak indah ketika dipandang mata.

Penulis: Riki Pratama
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved