Home »

Lokal

» Bangka

Jual Miras, Dua Pedagang Pasar Mambo Terancam Tak Bisa Berjualan Di RTH

Kita ingin supaya Pasar Mambo menjadi tempat kuliner seperti konsep awal berdirinya. Para pedagang semestinya harus kreatif

Jual Miras,  Dua Pedagang Pasar Mambo Terancam Tak Bisa Berjualan Di RTH
Istimewa
Tim Satpol PP Kabupaten Bangka bersama FKPM dan UPT Pasar mengamankan miras, Rabu (26/7/2017) malam di Panti Gembira 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Satpol PP Kabupaten Bangka menerjunkan 15 personil ditambah enam anggota FKPM Sungailiat dan enam petugas UPT Pasar, Rabu (26/7/2017) malam sekitar jam 21.00 WIB mengamankan minuman keras (miras) yang dijual pedagang Pasar Mambo di Panti Gembira.

Saat penertiban petugas mendapatkan miras sebanyak empat botol dan enam kaleng bir yang dijual oleh dua pedagang.

Menurut Kepala UPT Pasar Achmad Suherman, penertiban dilakukan karena adanya laporan dari masyarakat yang resah penjualan miras yang dilakukan beberapa pedagang Pasar Mambo yang pindah ke Panti Wangka.

"Masyarakat jadi resah, ngadu ke kita, jadi kita respon. Minuman keras ini banyak mengakibatkan beberapa kali orang mabuk berkelahi, yang minum berakohol ni bukan hanya laki-laki tetapi ada juga cewek minum alkohol," ungkap Herman kepada bangkapos.com, Kamis (28/7/2017).

Dari pengakuan pedagang tersebut mereka sudah dua tahun menjual miras di Pasar Mambo.

Untuk itu pihaknya dari UPT Pasar, menegaskan kepada pedagang jika masih tetap berjualan miras maka sanksinya tidak diberikan tempat berjualan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di eks Terminal Sungailiat yang baru.

"Kita ingin supaya Pasar Mambo menjadi tempat kuliner seperti konsep awal berdirinya. Para pedagang semestinya harus kreatif dengan dagangannya, bukan mengandalkan miras. Justru miras menyebabkan para konsumen takut belanja ke Pasar Mambo, karena takut banyak orang yang mabuk," kata Suherman.

Menurutnya, jika RTH sudah jadi, tidak mungkin mereka berjualan di warung minuman alkhohol, apalagi, berdekatan dengan Masjid Baitul Umah.

Sedangkan untuk prostitusi terselubung sulit mereka buktikan karena jam 24.00 WIB sudah bubar.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help