BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Mahasiswa KKN Ini Blak-Blakan Tanyakan Dana dan Asuransi KKN Ke Bupati Bangka

Apakah dana KKN ini diserahkan kepada mahasiswa atau desa. Kami ingin kejelasan soal dana,

Mahasiswa KKN Ini Blak-Blakan Tanyakan Dana dan Asuransi KKN Ke Bupati Bangka
Bangkapos/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat menerima cenderamata dari Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Bangka Belitung, Ismed Inonu, ketika memberikan pembekalan kepada mahasiswa/mahasiswi KKN Kebangsaan, Kamis (27/8/2017) di Gedung Wanita Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Bupati Bangka H Tarmizi Saat didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Pan Budi Marwoto menerima dan memberi pembekalan kepada para Mahasiswa/Mahasiswi KKN Kebangsaan yang diikuti sebanyak 150 orang dari 28 Perguruan Tinggi Negeri di Kabupaten Bangka, Kamis (27/7/2017) di Gedung Wanita Sungailiat.

Para mahasiswa-mahasiswi ini akan mengikuti KKN di Desa Penyamun, Desa Rukam, Desa Gunung Muda, Desa Payabenua dan Cengkong Abang.

Saat sesi tanya jawab Aal yang mengaku dari Mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru secara blak-blakan menanyakan soal dana KKN.

"Apakah dana KKN ini diserahkan kepada mahasiswa atau desa. Kami ingin kejelasan soal dana," tanya Aal kepada Bupati Bangka.

Bahkan ia menanyakan apakah sebagai mahasiswa KKN mereka mendapatkan asuransi kesehatan dari Pemkab Bangka karena jika pergi KKN dalam keadaan sehat maka pulangpun mereka harus sehat.

Dia juga meminta pendapat masukan dari bupati untuk film dokumenter yang akan mereka buat.

Menanggapi pertanyaan tersebut Bupati Bangka H Tarmizi Saat menjelaskan, bahwa Kabupaten Bangka menjadi tuan rumah KKN kebangsaan ini bersifat mendadak sehingga Pemkab Bangka tidak menganggarkan dana untuk KKN tersebut. Pemkab Bangka hanya menyiapkan fasilitas bagi para mahasiswa untuk melaksanakan KKN.

"Ini ade canel yang dak nyambung. Untuk KKN bersama ini pemda tidak menganggarkan dana kecuali untuk KKN UBB dan UGM karena prosalnya sudah masuk, itu dari dana hibah sehingga bisa dianggarkan," jelas Tarmizi.

Menurutnya, tidak semua program mahasiswa/mahasiswi KKN harus pakai dana. Mereka bisa berkolaborasi dengan desa dalam membuat program KKN.

"Saya berharap mahasiswa KKN nanti tidak selalu berpikir dana yang penting apa yang bisa berikan untuk masyarakat desa dan dana akan mengikuti," sarannya.

Sedangkan mengenai asuransi untuk mahasiswa/mahasiswi KKN dikatakannya tidak ada. Jika sakit mahasiswa/mahasiswi bisa berobat ke puskesmas atau rumah sakit yang nanti akan difasilitasi oleh Pemkab Bangka.

Sementara terkait dengan film dokumenter Tarmizi menyaran agar mahasiswa/masiswi bisa mengajak masyarakat untuk rajin beribadah baik ke masjid, gereja, vihara dan tempat ibadah lainnya.(*) 

C

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help