Mgr Adrianus Sunarko: "Ada Kesan Persaudaraan dan Keakraban di Keuskupan Pangkalpinang"

Sejak sepeninggalan Alm Hilarius Moa Nurak kamar ini dikunci dan sesuai aturan memang baru bisa dibuka oleh pengganti

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Uskup Terpilih Keuskupan Pangkalpinang Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, kemarin (26/7) membuka kamar tidur dan ruang meja kerja yang pernah ditempati oleh Alm Uskup Hilarius Moa Nurak yang telah berkarya di Keuskupan Pangkalpinang selama 29 tahun.

Mgr Adrianus Sunarko ditemani oleh Vikjen Keuskupan Pangkalpinang Romo Nurgroho Krisusanto, Sekjen Keuskupan Pangkalpinang Romo Ludgerus dan Komisi Hubungan Antar Agama dan Dewan Konsultores Keuskupan Pangkalpinang Romo Pramodo.

Tampak Kamar tidur yang biasa ditempati Alm Hilarius Moa Nurak dipenuhi dengan koleksi buku-buku yang tersusun rapi di atas rak. Kamar tidur ini dinilai oleh penghuni Keuskupan Pangkalpinang memiliki tata letak terbaik diantara kamar lainnya karena sinar matahari mengarah langsung ke kamar tidur ini.

Sejak sepeninggalan Alm Hilarius Moa Nurak kamar ini dikunci dan sesuai aturan memang baru bisa dibuka oleh pengganti Uskup Terpilih Keuskupan Pangkalpinang. Sebelum membuka daun pintu kamar pun, ada serah terima kunci kamar terlebih dahulu.

Usai melihat kamar tidur, Mgr. Adrianus juga dikenalkan dengan staf Keuskupan Pangkalpinang dan menelusuri beberapa ruangan.

Salah satu ruangan yang spesial yakni ruang kerja yang juga ditempati Alm Hilarius Moa Nurak. Beberapa perabotan meja dan kursi kayu menurut cerita berasal sejak zaman Belanda.

"Ada kesan persaudaraan dan keakraban di Keuskupan Pangkalpinang ini. Pagi tadi melihat ruangan seperti kilasan sejarah singkat mengenang mereka yang mendahului kita dan telah bekerja keras untuk hal-hal yang baik untuk gereja dan pengembangan masyarakat," tutur Mgr Adrianus Sunarko, OFM saat diwawancara Bangka Pos usai menelusuri ruangan di Keuskupan Pangkalpinang.

Sekilas Dosen Teologi di STFF Drikarya ini pun menceritakan kesannya terhadap Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Uskup Terpilih Keuskupan Pangkalpinang yang lahir di Marauke, 7 Desember 1966 ini mengaku belum pernah berkunjung ke Bangka Belitung. Dua hari lalu, menjadi pertama kalinya Mgr. Adrianus Sunarko menginjakkan kakinya di Bumi Serumpun Sebalai.

Kepada Bangka Pos, Mgr. Adrianus Sunarko mengaku bahwa dirinya sudah membayangkan tantangan dan harus banyak belajar. Meski belum pernah ke Bangka Belitung, namun sejak namanya diumumkan terpilih menjadi Uskup Keuskupan Pangkalpinang yang menaungi Provinsi Kep. Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Ia aktif mencari informasi mengenai Babel melalui buku dan cerita teman.

"Belum pernah ke Bangka Belitung seumur hidup. Kesannya sudah dengar, masyarakat di sini ramah dan baik namun yang lain masih penuh tanda tanya," ceritanya.

Saat berkeliling di dalam ruang Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko OFM juga memandang cukup lama peta yang terpajang di dinding untuk mengetahui letak posisi Kota Pangkalpinang pada gambar Pulau Bangka.

Uskup Terpilih Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko memilih tema pelantikannya dari Laetentur Insulae Multae (Mzm 97:1) "Hendaklah Pulau-Pulau Bersukacita". Tema ini dimaknai oleh Mgr Adrianus Sunarko sebagai harapan bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau akan menjadi pulau yang penuh sukacita (berbahagia).

Untuk berbagi sukacita, ia pun menghimbau kepada umat Khatolik agar berpartisipasi dalam perkembangan gereja dan bangsa.

"Selain mengembangkan diri di dalam, kita pun aktif dalam rangka pembangunan (Babel), memperhatikan aspek penting kerukunan hidup beragama, perhatian pada lingkungan hidup dan pada pembangunan ekonomi," tutup Mgr. Adrianus Sunarko, OFM.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved