Home »

Lokal

» Bangka

Penunjukan Kabupaten Bangka Sebagai Tuan Rumah KKN Kebangsaan Mendadak

Bupati mengumpulkan para stakeholder dan diajak berembuk dengan UBB untuk menjadi tuan rumah.

Penunjukan Kabupaten Bangka Sebagai Tuan Rumah KKN Kebangsaan Mendadak
Bangkapos.com/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat berfoto bersama para dosen ketika menerima dan memberikan pembekalan kepada mahasiswa/mahasiswi KKN Kebangsaan di Gedung Wanita Sungailiat, Kamis (27/7/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Bangka Belitung, Ismed Inonu menyampaikan terima kasih atas kesediaan Kabupaten Bangka sebagai tuan rumah KKN Kebangsaan.

KKN ini akan berlangsung selama 35 hari dari tanggal 27 Juli hingga 30 Agustus 2017 nanti.
Diakuinya penunjukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai tuan rumah KKN bersama 28 Perguruan Tinggi Negeri di daerah Indonesia bagian barat ini secara mendadak.

"Saat rapat di Bogor secara aklamasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditunjuk sebagai tuan rumah. Saya lapor ke pak rektor. Kemudian kami tawarkan, beberapa daerah menolak karena tak teranggarkan. Alhamdulillah Bupati Bangka bersama bappedanya mendukung sepenuhnya dibantu pihak swasta," ungkap Ismed pada acara pembekalan mahasiswa/mahasiswi KKN Kebangsaan di Gedung Wanita, Kamis (27/7/2017).

Selanjutnya bupati mengumpulkan para stakeholder dan diajak berembuk dengan UBB untuk menjadi tuan rumah.

"Ini anugrah bagi kami karena dana LPPM terbatas. Apalagi kita mengadakan lima macam KKN yakni KKN tematik di tujuh kabupaten/kota, KKN kerjasama, KKN revolusi mental, KKN kerjasana dengan Kemenkum HAM dan KKN kebangsaaan," jelas Ismed.

Dikatakannya KKN kebangsaan ini bertujuan merajut kembali kebhinekatunggalikaan karena mahasiswa/mahasiswi KKN kebangsaan berasal dari berbagai daerah, suku dan agama yang menyatu dalam satu lokasi KKN. Menurutnya para mahasiswa/mahasiswi KKN dapat membuat program terpadu yang diharapkan dapat memberi kontribusi nyata untuk masyarakat dan pembangunan.

"Kami mohon maaf keterbatasan sumber daya manusia dan keterbatasan biaya dalam menyelenggarakan KKN ini," ungkap Ismed.

Penulis: nurhayati
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help