BangkaPos/

Berawal Dari Kecelakaan Motor, Empat Tahun Rizal Penderita Getah Bening Terkulai di Pembaringan

Martini mengaku hanya bisa pasrah. Keterbatasan finansial membuat Martini dan adiknya Subani. Mereka hanya merawat

Berawal Dari Kecelakaan Motor, Empat Tahun Rizal Penderita Getah Bening Terkulai di Pembaringan
Bangkapos/Anthoni
Martini dengan setia merawat dan menjaga sang suami Syamsul Rizal di ranjang perawatan RSUD Sejiran Setason

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sudah hampir empat tahun Syamsul Rizal (40) tahun, warga Dusun Selindung, Desa Air Putih, Kecamatan Muntok, terkulai di pembaringan.

Selama itu, tak ada daya dan upaya yang bisa di lakukan pria yang berprofesi sebagai nelayan tersebut. Ia hanya bisa terkulai diatas pembaringan.

Jangankan beraktifitas, melangkah saja Rizal harus di papah keluarga. Begitupun juga mengkonsumsi makanan, Rizal harus menggunakan bantuan selang.

Pria berkulit putih itu, di diagnosa mengidap Metastasis Karsinoma pada kelenjar getah bening colli Bilateral stadium 4.

Tahun 2011 menjadi awal yang kelam bagi pria beranak satu itu. Dimana kala itu, ia mengalami kecelakaan sepeda motor. Akibat musibah tersebut, Rizal mengalami patah kaki dan lengan kanannya.

Berbagai upaya telah dilakukan pihak keluarga untuk menyembuhkan Rizal.
Namun hingga 2012, luka akibat kecelakaan lalulintas tersebut tak kunjung sembuh.

Justru tahu 2013, muncul benjolan cairan di belakang di dagu kanan Rizal. Sejak itu, benjolan tersebut kian membesar sehingga menyulitkan Rizal, berbicara, menguyah dan membalikkan badan.

Jumat (28/7/2017) siang, Martini tampak setia mendampingi Rizal suaminya di ruang perawatan RSUD Sejiran Setason. Dengan tabah, Martini mewarat sekaligus menjaga sang suami yang baru sepekan di rawat di RSUD Sejiran Setason.

Siang itu, tak banyak kata yang keluar dari mulut Rizal. Sehelai kain batik panjang, menyelimuti sebagian tubuh Rizal. Sesekali nafas Rizal terdengar begemuruh hidung yang mengeluarkan cairan putin.

Kepada bangkapos.com, Martini mengaku hanya bisa pasrah. Keterbatasan finansial membuat Martini dan adiknya Subani. Mereka hanya merawat sekaligus menemani Rizal di pembaringan ruang perawatan.

Terlebih Program BPJS kesehatan, hanya mampu memberikan pengobatan dan perawatan alakadarnya.

Sebelumnya Rizal sempat menjalani perawatan di RSUD Sungailiat, sebelum di rujuk ke RSUD Sejiran Setason.

" Awalnya kecelakaan, belum sembuh kecelakaan muncul benjolan dan cairan kecil. Dari situ benjolan tersebut terus membesar hingga sekarang. Betahun-tahun hanya bisa baring seperti inilah. Untuk saat ini kami hanya pasrah, karena keterbatasan ekonomi," ujar Martini kepada bangkapos.com, Jumat (28/7/2017)

Pada kesempatan itu, anggota DPRD provinsi Babel Deddi Wijaya, di dampingi tokoh pemuda Bambang Prayudi Katok, menyempatkan diri meninjau langsung kondisi Rizal.(*)

Penulis: oni
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help