BangkaPos/

Gadis Cilik Tersambar Api Hingga Luka Bakar di Wajahnya

Gadis berusia 11 tahun itu menderita luka bakar luas 32 persen grade II dari bagian wajah sampai dada.

Gadis Cilik Tersambar Api Hingga Luka Bakar di Wajahnya
Pos Belitung, Dede Suhendar
Kondisi Nia Junianti pasca dioperasi di RSUD dr Marsidi Judono Tanjungpandan, Jumat (28/7/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Nia Junianti terbaring lemas di ranjang nomor 5 ruang ICU RSUD dr Marsidi Judono, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Jumat (28/7/2017).

Gadis berusia 11 tahun itu menderita luka bakar luas 32 persen grade II dari bagian wajah sampai dada. Kini bocah yang akrab disapa Mimi itu tengah berjuang menanti kesembuhan luka yang dideritanya.

"Dak tau ngape lah, mungkin kena sial. Karena hampir setiap hari dia memang sering ikut ayahnya," ujar ujar Muhlan ibunda Mimi saat ditemui posbelitung.com di depan ruang ICU.

Muhlan menuturkan, pada Minggu (23/7/2017) sore, Mimi ikut bersama ayahnya Hartanto bekerja menebas rumput menggunakan mesin di sekitar rumahnya di Jalan Pak Tahau. Sembari bekerja sang ayah menghidupkan api sekaligus untuk membakar sampah rumput.

Tanpa sepengetahuan ayahnya, Mimi bermain di sekitar api tersebut sembari mengambil derigen berisi bensin yang dikiranya minyak tanah.

Naasnya, seketika api langsung membesar dan menyambar Mimin. Melihat kondisi anaknya, kata Muhlan, ayahnya langsung menyelamatkan Mimin dan berusaha memadamkan api tersebut.

"Mungkin disiram ke api itu, jadi langsung menyambar ke tubuhnya. Kata bapaknya sebenarnya bensin di derigen itu cuman sisanya saja., tapi tidak tahu juga kenapa bisa nyambar gitu," katanya.

Setelah di bawa pulang, Mimin segera dilarikan ke RSUD dan langsung mendapat perawatan intensif.

Muhlan berharap Mimin segera pulih seperti biasanya. Terlebih dirinya sudah tak kuasa melihat penderitaan putrinya yang terbaring lemas di rumah sakit.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: fitriadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help