Wanita Sering Salah Kaprah, Ini Dia 6 Mitos Soal Rambut Kemaluan

konon katanya bisa meminimalisir gesekan saat berhubungan seksual hingga dapat mencegah timbulnya luka dan ruam

Wanita Sering Salah Kaprah, Ini Dia 6 Mitos Soal Rambut Kemaluan
istock
Warna Bulu Vagina Sama dengan Rambut, 1 dari 6 Mitos Tak Perlu Dipercaya 

BANGKAPOS.COM--Sadarkah Anda bahwa kebanyakan perempuan memiliki rambut kemaluan yang cenderung tebal, keriting, dan bertekstur kasar?

Dilansir dari Women's Health, seorang dermatologis asal American Academy of Dermatology, Marc Glashofer, mengklaim bahwa penyebab rambut kemaluan cenderung lebih tebal dan kasar daripada rambut di seluruh tubuh kita karena asal-usulnya sebagai penyangga.

Selain itu, konon katanya bisa meminimalisir gesekan saat berhubungan seksual hingga dapat mencegah timbulnya luka dan ruam pada kulit.

Namun kedua hal tersebut masih menjadi rumor yang patut untuk dibuktikan.

Selain itu ada juga beberapa rumor atau mitos mengenai fungsi dan kegunaan rambut pada kemaluan yang kerap disalah artikan oleh kita.

1. Penangkal Penyakit Menular Seksual (PMS)

Faktanya: Sebaliknya, keberadaan rambut kemaluan malahan jadi tempat yang nyaman bagi perkembangbiakan bakteri.

Jika tidak diimbangi dengan selalu menjaga kebersihan terhadap daerah kewanitaan kita, maka akan semakin banyak bakteri yang mendiami hutan kecil tersebut.

Dermatologis asal New York, Sejal Shah, mengungkap sebuah studi di Cina yang menyebutkan bahwa Human Papilloma Virus (HPV) kerap bersarang di rambut kemaluan pria yang dapat menyebabkan terjadinya penularan virus tersebut terhadap pasangan, yakni wanita.

2. Seks Jadi Kurang Menyenangkan

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved