Berhubungan Intim di Makam Keramat, Kemaluan Pasangan Ini Tak Bisa Lepas

Salam (31) harus menggantikan pekerjaan sang ayah sebagai juru kunci komplek makam Ratu Bagus Kuning, Senin (31/7/2017).

Berhubungan Intim di Makam Keramat, Kemaluan Pasangan Ini Tak Bisa Lepas
Kolase Tribunsumsel.com/Andre Hamdillah

Pernah ada pengunjung yang mungkin tanpa sengaja buang air kecil disekitaran komplek, tak beberapa lama kemudian pengunjung tersebut mengalami kegelisahan dan kondisi tubuhnya perlahan melemah, sepert orang yang mau pingsan.

Dan juga pernah terjadi ketika seorang dari pondok pesantren datang untuk berziarah, secara tidak langsung ketika sedang ingin masuk gerbang makam, orang tersebut tersenyum sendiri dan berkata (wah besar sekali istana ini).

"Ada beberapa kejadian yang diluar akal sehat, yang paling mengejutkan ketika seorang pengunjung berkata kalau pemakaman ini adalah istana yang besar, sepertinya dia melihat sesuatu yang tidak bisa saya lihat", ungkap Salam.

Komplek Pemakaman sendiri terletak di Jalan DI Panjaitan Seberang Ulu II Plaju, Tepatnya di belakang Stadion Patra Jaya.

Tak hanya Makam dari Ratu Bagus Kuning, ditempat tersebut juga ada makam Bujang Juaro, Penghulu Gede Datuk Buyung Kuncung Mas, Panglima bisu, Panglima semut, Panglima api, Syeh Idrus, serta Putri Kembang Dadar.

Banyaknya makam dari orang-orang lama, yang dulunya berjasa besar dalam penyebaran Agama Islam membuat daerah sekitaran makam memiliki beberapa larangan.

Setiap pengunjung yang datang untuk berziarah harus menjaga sikap, biasanya bagi pengunjung yang melanggar peraturan akan mendapatkan balasan, badan menjadi panas tinggi, berkurangnya stamina tubuh, bahkan ada yang sampai pingsan.

"Karena disini makam keramat, maka kita harus menjaga sikap agar tidak mendapatkan pengalaman buruk", terang Salam.

Ia juga menambahkan peraturan yang diterapkan seperti tidak boleh merasa sombong, dilarang buang air kecil sembarangan, tidak boleh mabuk - mabukan apalagi bila sampai berzina didekat area makam, jika sampai itu terjadi maka bersiaplah untuk menaggung resikonya.

Salam juga berbagi pengalaman dari cerita ayahnya ketika masih hidup, peristiwa yang tak ingin dirasakan oleh setiap orang itu bermula ketika ada sepasang muda - mudi yang sedang dimabuk asmara berjalan beriringan sambil berpegangan tangan duduk diseputaran makam.

Halaman
123
Editor: edwardi
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help