BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Bos dan Pekerja Tambang Dicegat Bawa Timah Dua Kampil

Penambang liar di kawasan Sungai Kerak aliran Sungai Perimping, Dusun Tanjung Batu, Desa Lumut

Bos dan Pekerja Tambang Dicegat Bawa Timah Dua Kampil
bangkapos,com/fery laskari
Dua kampil timah yang diamankan petugas, Selasa (1/8/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penambang liar di kawasan Sungai Kerak aliran Sungai Perimping, Dusun Tanjung Batu, Desa Lumut, Kecamatan Belinyu, ditangkap.

Polisi mencegat para pelaku, saat sedang megangkut hasil tambang berupa dua kampil pasir timah menggunakan mobil panther.

Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun diwakili Kabag Ops Kompol S.Sophian, Selasa (1/8/2017), memastikan, bos tambang bernama Suyadi, warga Sekip Belinyu sudah diiamankan di Polres Bangka, Senin (31/7/2017 kemarin malam.

Bos tambang ilegal kelahiran Pematang Siantar Sumut, 5 Juli 1968, diduga melakukan penambangan timah ilegal tanpa ijin di kawasan hutan bakau atau hutan terlarang.

"Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara," katanya.

Kronologis kejadian bermula saat Polres Bangka mendapat info ada penambangan ilegal di Sungai Kerak, aliran Sungai Perimping Dusun Tanjung Batu Desa Lumut Belinyu. Saat dilakukan penyelidikan, ternyata informasi yang dimaksud benar adanya.

"Pelaku (Bos Tambang, Suyadi) dan lima pekerjanya berhasil diamankan saat membwa barang bukti timah hasil tambang menggunakan mobil panther pickup. Pelaku (Suyadi) dan lima pekerja beserta barang bukti kemudian diamankan di Polres Bangka," kata Sophian.

Selain dua kampil pasir timah sekitar 75 kg, polisi juga menyita mesin tambang merek mesin wujin, selang ulir dan barang bukti lainnya.

"Hingga Selasa (1/8/2017), pelaku dan lima orang pekerja masih dalam proses pemeriksaan di Polres Bangka," katanya. (*)

Penulis: ferylaskari
Editor: ismed
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help